Selasa, 15 Oktober 2013

Masyarakkat Pulau Kera Terharu Bantuan Hewan Kurban


Sejumlah masyarakat Pulau Kera, Desa Sulamu Kecamatan Sulamu Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur, terharu dengan sembelinya hewan kurban untuk dibagikan kepada 98 kepala keluaraga yang terhuni di pulau yang tidak diakui oleh pemerintah kabupaten kupang itu. Pasalnya, sejak tahun-tahun sebelumnya, baru kali ini masyarakat mendapat bantuan sapi untuk hewan korban yang akan dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
Ungkapan perasaan hati ini, disampaikan salah satu tokoh masyarakat pulau Kera, Arsad Abdul Latif (61) warga Desa  Sulamu Kabupaten Kupang. Pada Musim Idul Adha seperti ini, kami jarang mendapatkan bantuan hewan korban. Sebab jarang orang memperhatikan kami warga disini. Untung beberapa lembaga yang mampu menyentuh bantuan kepada kami melalui hewan korban. Dan berbagai bantuan lainnya terus berdatangan kepada kami.
Dua ekor sampi yang disembeli atas bantuan Lembaga Dewan Da’wah tersebut, antosias masyarakat, karena sejak lama ditunggu bantuan hewan kurban. “Kami sudah begitu lama menunggu bantuan hewan kurban, agar bisa menyentuh dengan kondisi kami disini,” kata Arsad, Selasa (15/10).
Menurut Arsad, keberadaan warga sejak tahun 2005-2006 setelah dibangun masjid sepeti kubuk tua ini, belum ada menyembeli hewan kurban. Tidak pernah ada bantuan ke Masjid tua yang seperti kubuk. Masyarakat Pulau kera ini juga belum merasakan lesat daging kurban pada musim-musim idul kurban, bebernya.
Bantuan dua ekor sapi dari lembaga Dewan Da’wah Indonesia, masyarakat sangat terharu, sebab begitu momen yang ditunggukan itu baru dirasakan. Sehingga masyarakat terharu dengan pemotongan hewan kurban tersebut.
Matmur Ali Bakar (60) Tokoh agama Pulau, mengatakan, pengelaman sejak hidup dipulau kera, belum pernah pemerintah tersentuh dengan kehidupan kami. Seperti bantuan hewan kurban pada musim idul adha, hanya lembaga pemerihati lain yang memberikan bantuan kepada kami.
Kami terima kasih para donatur, yang menyalurkan bantuan hewan korban kepada kami, agar kami bisa rasakan moment korban seperti ini. Sebab sejauh ini, kami tidak pernah alami kenikamatan seperti masyarakat kota di musim seperti ini.
Harapan kami, kedepan, masyarakat pulau kera agar pihak-pihak bisa memperhatikan. Kita disini banyak kekuarangan, sehingga para pihak yang memperhatikan agar bisa salurkan dan memperhatikan kami.
Ketua Dewan Da’wah NTT, H. Said Sagran, saat menyerahkan bantuan dua ekor sapi di Pulau Kera, Selasa (15/10), bantuan hewan kurban kepada masyarakat pulau kera ini adalah hak masyarakat untuk menerima. Dewan da’wah hanya menyalurkan sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Menurut Sagran, bantuan hewan kurban ini, kerjasama (ACT) Aksi Cepat Tanggap, Global Kurban dan  Melalui dewan Da'wah NTT, untuk diberikan kepada jamaah yang berhak menerimanya.
Sejumlah 15 ekor sapi kurban, dewan Da’wah NTT, salurkan ke Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Ende, Manggarai, Nagekeo, dan khusunya di pulau kera.  Kita berharap, untuk masyarakat pulau kera ini, bukan saja dewan da’wah tetapi mengajak seluruh bagian terkait untuk memperhatikan masyarakat yang begitu lama huni pulau ini, katanya.