Rabu, 08 Januari 2014









Penumpang Kapal Penumpang Bukit Siguntang.

Angka Lakalantas NTT Menurun




KEPOLISIAN Daerah (Polda) NTT menilai Operasi Ketupat tahun 2013 menunjukkan angka perubahan dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya hasil pedataan LakaLantas dalam Operasi Ketupat Turangga 2013 dari tanggal 02 sampai 17 Agustus 2013, laka lantas meninggal dunia 22 orang, luka berat 23 orang, dan Luka ringan 25 orang dari laporan masing-masing Polres jajaran Polda NTT.
Pernyataan ini disampaikan Kabid Humas Polda NTT AKBP Okto B Riwu kepada Media, Senin (19/8). Menurutnya, sesuai hasil evaluasi Polda NTT dalam Operasi Ketupat tahun 2013, menunjukkan perubahan sangat signifikan dari angka kematian, luka berat, dan luka ringan.
“Hasil evaluasi operasi menunjukan angka penurunan lakalantas dari tahun sebelumnya. Sebab dari hasil laporan evaluasi angka kematian pada operasi ketupat tahun 2013 sangat menunjukan angka perubahan,” kata Okto.
Okto mengatakan, penurunan angka operasi katupat tahun 2013, menandakan bahwa kesadaran masyarakat NTT terhadap berlalulintas cukup sadar. Turun naik angka lakalantas di semua jajaran tergantung kesadaran masyarakat, baik pengguna kendaraan roda dua maupun kendaraan roda empat .
Dikatakan Okto, selama Operasi Ketupat atau operasi pengamanan lebaran tahun ini, terjadi lebih dari 30 orang angka kematian kecelakaan lalulintas di seluruh wilayah Polres. Kasus itu dihitung mulai tujuh hari sebelum lebaran hingga tiga hari pasca lebaran.  Angka seperti ini, kedepan jika masyarakat lebih sadar dengan berlalulintas, maka akan menurun. Sebab masyarakat sudah sadar akan berlalulintas, katanya.
Terpisah Dirlantas Polda NTT Kombes Pol Tegu Dwiwarsono mengatakan, angka lalaka lantas dalam Operasi Ketupat tahun 2013, cukup menunjukkan perubahan. Angka hasil anev laka lantas Operasi Ketupat Turangga 2013 terdiri dari Tilang 575 kasus, Non tilang 1.170 kasus, Laka lantas 47 kasus, meninggal dunia 22 orang, luka berat 23 orang, luka ringan 25 orang dan rugi material sebesar Rp 184.450.000.(aje)