Minggu, 23 Agustus 2015

Pilkada, Isu Agama Jangan dibawah Ke Rana Politik



Kupang-NTT. 
Pemilihan kepala daerah secara serentak termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung 9 Desember 2015. Mengingatkan kepada kita semua saling menjaga keutuhan atau kebersamaan agar tidak menunggangi agama untuk kepentingan politik.
"Politik itu  politik, agama jangan dikotak-katik biar ruang itu khusus dan jangan dinodahi,” kata Mabincab PMII Cabang Kupang Ajhar Jowe, S, Sos dalam diskusi bersama seluruh kader PMII Kupang di Sekretariat PMII Kupang, Minggu (23/08).
Sekretaris Ansor wilayah NTT itu, menegaskan, seorang suami tidak akan suka jika istri tercintanya dijelek-jelekan. "Gambarannya seperti itu, semua punya pilihan masing-masing, jangan saling menyalahkan karena beda pilihan atau jago," kita tetap jaga keutiuhan yang ada di daerah yang selama ini kita jaga bersama jangan sampai ada persoalan politik agama dijadikan alat politik, kata Ajhar.
Pikada akan dilaksan pada 27 Juli 2015, pasangan calon bupati dan wakil bupati mendaftar ke KPU pada sembilan kabupaten di NTT.diusung masing-masing partai."Urusan agama jangan dibawa-bawa ke politik. Silahkan mau memilih sesuai dengan pilihan politik masing-masing dan kita harus menghargai pilihan masing-masing jamaah kita, tidak boleh mengintervensi jamaah," ungkapnya.
Dia mengingatkan, peran disini adalah para tokoh masing-masing "agama tidak dipungkiri dalam hal politik masih menjadi rujukan umat, karena itu harus terlibat aktif membuat suasana sejuk. Jika ada dua tokoh agama mempunyai pilihan berbeda, tidak perlu membenturkan umat. Sekali lagi, agama tidak perlu dibawa berpolitik, itu  tidak pas," paparnya.
Politik hanya sesaat tetapi keberlangsungan kerukunan kita tetap dijaga untuk membawa NTT kedepan yang baik dari sebelumnya.
Oleh karena itu, kita berharap sebagai generasi muda setiap wilayah kabupaten selalu mengawal berbagai isu miring yang dapat mengganggu keharmonisan dalam suasan pilkada setiap daerah. Berikan ruang politij tersebut untuk sebebas-bebasnya para tokoh politik berkompotisi sesuai kemampuan masing-masing. 
Ajhar Jowe@blogspot 2015