Kupang-NTT.
Pemilihan kepala daerah secara serentak termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung 9 Desember 2015. Mengingatkan kepada kita semua saling menjaga keutuhan atau kebersamaan agar tidak menunggangi agama untuk kepentingan politik.
"Politik itu politik, agama jangan dikotak-katik biar ruang itu khusus dan jangan dinodahi,” kata Mabincab PMII Cabang Kupang Ajhar Jowe, S, Sos dalam diskusi bersama seluruh kader PMII Kupang di Sekretariat PMII Kupang, Minggu (23/08).
Pemilihan kepala daerah secara serentak termasuk di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) berlangsung 9 Desember 2015. Mengingatkan kepada kita semua saling menjaga keutuhan atau kebersamaan agar tidak menunggangi agama untuk kepentingan politik.
"Politik itu politik, agama jangan dikotak-katik biar ruang itu khusus dan jangan dinodahi,” kata Mabincab PMII Cabang Kupang Ajhar Jowe, S, Sos dalam diskusi bersama seluruh kader PMII Kupang di Sekretariat PMII Kupang, Minggu (23/08).
Sekretaris Ansor wilayah NTT itu, menegaskan, seorang suami
tidak akan suka jika istri tercintanya dijelek-jelekan. "Gambarannya
seperti itu, semua punya pilihan masing-masing, jangan saling menyalahkan
karena beda pilihan atau jago," kita tetap jaga keutiuhan yang ada di
daerah yang selama ini kita jaga bersama jangan sampai ada persoalan politik
agama dijadikan alat politik, kata Ajhar.
Pikada akan dilaksan pada 27 Juli 2015, pasangan calon bupati dan wakil bupati mendaftar ke KPU pada sembilan kabupaten di NTT.diusung masing-masing partai."Urusan agama jangan dibawa-bawa ke politik. Silahkan mau memilih sesuai dengan pilihan politik masing-masing dan kita harus menghargai pilihan masing-masing jamaah kita, tidak boleh mengintervensi jamaah," ungkapnya.
Pikada akan dilaksan pada 27 Juli 2015, pasangan calon bupati dan wakil bupati mendaftar ke KPU pada sembilan kabupaten di NTT.diusung masing-masing partai."Urusan agama jangan dibawa-bawa ke politik. Silahkan mau memilih sesuai dengan pilihan politik masing-masing dan kita harus menghargai pilihan masing-masing jamaah kita, tidak boleh mengintervensi jamaah," ungkapnya.
Dia mengingatkan, peran disini adalah para tokoh
masing-masing "agama tidak dipungkiri dalam hal politik masih menjadi
rujukan umat, karena itu harus terlibat aktif membuat suasana sejuk. Jika ada
dua tokoh agama mempunyai pilihan berbeda, tidak perlu membenturkan umat.
Sekali lagi, agama tidak perlu dibawa berpolitik, itu tidak pas,"
paparnya.
Politik hanya sesaat tetapi keberlangsungan kerukunan kita
tetap dijaga untuk membawa NTT kedepan yang baik dari sebelumnya.
Oleh karena itu, kita berharap sebagai generasi muda setiap
wilayah kabupaten selalu mengawal berbagai isu miring yang dapat mengganggu
keharmonisan dalam suasan pilkada setiap daerah. Berikan ruang politij tersebut
untuk sebebas-bebasnya para tokoh politik berkompotisi sesuai kemampuan
masing-masing.
Ajhar Jowe@blogspot 2015