Pos Kota-Ribuan pelajar Jombang Jawa Timur berkumpul di alun-alun setempat dengan mengenakan pakaian ihram, Jumat (25/9).
Selain melakukan manasik haji, mereka juga menggelar salat ghaib dan doa bersama untuk jamaah haji yang meninggal di Arab Saudi. Meninggal karena tragedi badai, crane, hingga tragedi mina yang menewaskan ratusan jamaah.
Sejak pagi, ratusan pelajar itu sudah berkumpul di alun-alun. Mereka berkumpul sesuai dengan kloter yang telah ditentukan. Selanjutnya, Ustad Hanan Mahbub maju ke depan untuk mempimpin salat ghaib. Dia terlebih dulu menerangkan bahwa ada sederet musibah yang menimpa kaum muslimin saat menunaikan ibadah haji.
Mulai dari bencana badai, kemudian jatuhnya crane di Masjidil Haram, hingga meninggalnya ratusan jamaah akibat berdesakan saat melempar jumrah di Mina. “Mereka yang meninggal itu menjadi syuhada. Sedangkan jamaah haji lainnya diberi kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji,” ujar Mahbud di atas podium.
Salat gaib itu ditutup dengan doa bersama. Mulai awal hingga akhir, seluruh peserta manasik mengikuti prosesi tersebut dengan khusuk.
Selanjutnya, ribuan pelajar itu berkumpul di lokasi atau miniatur padang Arafah untuk melakukan wukuf. Kemudian disambung dengan bermalam di Musdalifah, melempar jumrah, tahalul, mengelilingi ka’bah, hingga sa’i atau berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa.
Ketua Yayasan LPIT Ruhul Jadid, Ustad Hartono mengatakan, acara manasik haji itu sengaja ia gelar sebagai media pembelajaran yang empiris. Yakni, anak didiknya bisa merasakan secara langsung pelaksanaan ibadah haji.
“Belajar dengan praktik secara langsung ini lebih mengena. Apalagi, mereka masih anak-anak, sehingga memori untuk merekam adegan per adegan cukup kuat. Insyallah, ketika besar mereka masih ingat cara-cara berhaji,” katanya.
Sedangkan peserta manasik, lanjut Hartono, jumlah sekitar seribu orang. Mereka berasal dari TKIT (Taman Kanak kanak Islan Terpadu), SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) serta SMPIT (Sekolah Menengah Islam Terpadu).
“Kami juga mengundang sejumlah SDN yang ada di gugus VI Jombang,” ujar Ketua Yayasan LPIT Ruhul Jadi Jombang ini. (Sumber Pos Kota Surabaya)
