Jumat, 25 September 2015

Ribuan Pelajar Salat Gaib Korban Tragedi Mina



 Pos Kota-Ribuan pelajar Jombang Jawa Timur berkumpul di alun-alun setempat dengan mengenakan pakaian ihram, Jumat (25/9).
Selain melakukan manasik haji, mereka juga menggelar salat ghaib dan doa bersama untuk jamaah haji yang meninggal di Arab Saudi. Meninggal karena tragedi badai, crane, hingga tragedi mina yang menewaskan ratusan jamaah.
Sejak pagi, ratusan pelajar itu sudah berkumpul di alun-alun. Mereka berkumpul sesuai dengan kloter yang telah ditentukan. Selanjutnya, Ustad Hanan Mahbub maju ke depan untuk mempimpin salat ghaib. Dia terlebih dulu menerangkan bahwa ada sederet musibah yang menimpa kaum muslimin saat menunaikan ibadah haji.
Mulai dari bencana badai, kemudian jatuhnya crane di Masjidil Haram, hingga meninggalnya ratusan jamaah akibat berdesakan saat melempar jumrah di Mina. “Mereka yang meninggal itu menjadi syuhada. Sedangkan jamaah haji lainnya diberi kelancaran dalam melaksanakan ibadah haji,” ujar Mahbud di atas podium.
Salat gaib itu ditutup dengan doa bersama. Mulai awal hingga akhir, seluruh peserta manasik mengikuti prosesi tersebut dengan khusuk.
Selanjutnya, ribuan pelajar itu berkumpul di lokasi atau miniatur padang Arafah untuk melakukan wukuf. Kemudian disambung dengan bermalam di Musdalifah, melempar jumrah, tahalul, mengelilingi ka’bah, hingga sa’i atau berlari-lari kecil antara bukit Safa dan Marwa.
Ketua Yayasan LPIT Ruhul Jadid, Ustad Hartono mengatakan, acara manasik haji itu sengaja ia gelar sebagai media pembelajaran yang empiris. Yakni, anak didiknya bisa merasakan secara langsung pelaksanaan ibadah haji.
“Belajar dengan praktik secara langsung ini lebih mengena. Apalagi, mereka masih anak-anak, sehingga memori untuk merekam adegan per adegan cukup kuat. Insyallah, ketika besar mereka masih ingat cara-cara berhaji,” katanya.
Sedangkan peserta manasik, lanjut Hartono, jumlah sekitar seribu orang. Mereka berasal dari TKIT (Taman Kanak kanak Islan Terpadu), SDIT (Sekolah Dasar Islam Terpadu) serta SMPIT (Sekolah Menengah Islam Terpadu).
“Kami juga mengundang sejumlah SDN yang ada di gugus VI Jombang,” ujar Ketua Yayasan LPIT Ruhul Jadi Jombang ini. (Sumber Pos Kota Surabaya)

Kamis, 17 September 2015

PKD GP Ansor Wilayah di Sikka Libatkan 100 Kader Terseleksi



Pimpinan  Wilayah GP Ansor Nusa Tenggara Timur (NTT) berencana menggelar Pelatihan Kader Dasar (PKD) daratan Flores yang berlangsung pada 28-30 September 2015 di kabupaten Sikka. Peserta yang dibatasi hanya 100 orang ini merupakan utusan sejumlah cabang seperti Sikka, Flores Timur, dan GP Ansor Lembata.

“Pelatihan serentak dipusatkan dalam satu tempat untuk memudahkan koordinasi,” kata Ketua GP Ansor NTT Abdul Muis kepada dalam rapat pimpinan wilayah di Kupang, Rabu (16/9).

Menurut Muis, PKD Raya ini diadakan untuk mencari kader Ansor yang beramanah untuk bertanggung jawab terhadap Ansor ke depan. Pelatihan ini gabungan satu wilayah ini menjadi ajang silaturahmi dan perpaduan bagi pengurus Ansor setiap kabupaten dan kota di daratan Flores.

“Silaturahmi bagi kader Ansor sejauh ini memang minim, menunggu kegiatan-kegiatan Ansor apalagi pimpinan cabang yang berjauhan. Sehingga momen ini menjadi sebuah ajang komunikasi kerja sama demi memajukan Ansor di setiap daerah,” kata Muis.

Pelaksanaan PKD Raya di Sikka rencananya akan dihadiri 5 instruktur dari PP GP Ansor. Pelaksnaan PKD sangat selektif. Mereka yang lulus akan diberikan sertifikat PKD. Sedangkan mereka yang mengikuti setengah-setengah, tidak diberikan sertifikat.

PKD Raya dilaksanakan beberapa titik di antaranya di Sikka, Ende, dan Manggarai Barat untuk daratan Flores. Setelah selesai dari Pulau Flores, PKD berlanjut ke pulau Timor, Rote, dan Sabu.

Ketua panitia lokal PKD Raya Farouk Abdu menjelaskan, panitia tengah mempersiapkan PKD agar pelaksanaannya lebih matang dari segi kelengkapan. “Panitia masih banyak waktu,” katanya. (Ajhar Jowe)