SEBANYAK 13 orang imigran asal Iran menginap di Hotel Le-Detadu
Jalan Matahari Nomor 60 Penfui Kupang. Ketiga belas imigran itu masuk hotel
tanpa ada pengawalan dari pihak kepolisian maupun imigrasi kelas I A Kupang.
Jumat (12/7) di sekitar komplek LP Anak, rumah makan, dan kios-kios
yang berderetan tidak jauh dari hotel, beberapa orang imigran duduk sambil
bercerita. Mereka berada di situ tanpa ada pengawalan dari pihak imigrasi
maupun pihak kepolisian dari Polda NTT atau Polres Kupang Kota.
Salah satu tukan ojek yang mangkal di samping hotel, yang tidak mau
disebut namanya mengatakan, benar mereka masuk sejak
kemarin malam diantar oleh supir taxi bandara ke hotel. Saya tidak pernah lihat
satu orang polisi pun dan pihak dari Imigrasi Kupang. Sepertinya kedatangan
mereka tidak diketahui oleh polisi, atau polisi sengaja tidak mau kawal.
Pihak hotel Le-Detadu, ketika dikonfirmasi mengatakan, mereka terima
tamu warga negara Iran sejak tadi malam sekitar pukul 23.00 Wita, diantar oleh
supir taxi Bandara El Tari Kupang. Pihak hotel telah mengecek kelengkapan
mereka, apakah memiliki visa atau tidak. Ternyata mereka memiliki kelengkapan
dokumen.
Kemungkinan mereka masuk sekitar jam itu, soalnya saat saya menerima
mereka dalam keadaan ngantuk, ujar resepsionis Hotel Le-Detadu Kupang Emilian
Hina.
Dia mengatakan, biasanya mereka datang degnan pengawalan, namun
anehnya saat mereka datang tanpa ada pengawalan dari petugas imigrasi atau
pihak kepolisian.
Dia merincikan, imigran tersebut terdiri dari delapan orang
laki-laki dewasa, dua orang ibu-ibu, dan tiga orang anak balita. (aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar