Sabtu, 06 September 2014

Rumah Adat Usboko Terbakar



RUMAH adat tempat untuk membakar sesajian kepada leluhur milik Yosep Usboko, di Jalan Oe Ekam, RT 09/RW 04, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang hangus terbakar sekitar pukul 13.00 wita, Senin (01/9). Pihak kepolisian masih menyelidiki penyebab kebakaran rumah tempat sesajian itu.
Silvester, warga yang mengetahui kejadian tersebut mengatakan,dari mana asal muasal api belum diketahuinya. Mereka menduga-duga apa penyebab kebakaran tersebut. “Kami belum tahu dugaan kebakaran yang menghanguskan rumah adat milik Pak Usboko,” katanya.
Dia mengatakan, api baru mereka ketahui melalui anak kecil yang bermain di pinggir rumah milik korban, dan berteriak ada api. Mendengar teriakan anak kecil itu, beberapa warga langsung melihat di TKP dan melihat api suda menyambar ke plafon rumah dan kayu atap rumah. Warga pun berupaya memadamkan api dengan peralatan sederhana.
“Kami belum tahu penyebab kebakaran terjadi akibat dari apa. Karena di dalam rumah tersebut tidak ada penghuni, dan tanpa arus listrik maupun barang-barang berharga lainnya,” ujar Silvester. Menurutnya, rumah kecil yang berdinding bambu dan beratapkan alang-alang tersebut hangus seketika. Untung, rumah besar di dekat rumah kecil yang terbakar itu bisa diselamatkan oleh warga.
Pemilik rumah Yosep Usboko (54), , mengaku rumah dinding bambu dan beratapkan alang-alang sebagai simbol rumah adat Timor, Kefamenanu, dan Biboki. “Rumah ini sudah dibangun tiga tahun lalu sebagai tempat untuk bakar lilin kepada leluhur,” ungkap pegawai Dinas Kehutanan Provinsi ini.
Menurutnya, kerja sama warga memadamkan api sungguh luar biasa. Kalau saja tanpa bantuan warga, bisa saja rumah besar ikut terbakar. Karena api sudah menjalar ke plafon bagian dapur dan kayu atap bagian belakang. “Saya tidak tahu ada tanda-tanda apa dengan kejadian ini,” ungkapnya.
Dia masih memikirkan rumah yang menjadi tempat sembayang kepada leluhur itu terbakar tanpa disebabkan apa-apa. Kalau situasinya seperti itu pasti ada tanda-tanda yang kurang baik terjadi di kampung. “Kepercayaan turun temurun dari keluarga kami, kalau ada kejadian seperti ini, bisa diduga bakal ada kejadian apa-apa di kampung,” ujarnya.
Dia berharap, pihak kepolisian bisa menyelidiki apa penyebab terbakarnya rumah tempat membakar sesajen itu. “Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian  untuk menyelidiki kasus kebakaran rumah adat kami,” ujarnya. Pantuan  di TKP, terdapat tiga unit mobill kebakaran mendatangi TKP, ternyata api sudah bisa diselamatkan oleh warga setempat. Tiga unit mobil kebakaran dari Pemadam kebakaran Kota Kupang, akhirnya kembali ke pangkalan. (Ajhar)


Tidak ada komentar :

Posting Komentar