RUMAH adat
tempat untuk membakar sesajian kepada leluhur milik Yosep Usboko, di Jalan Oe
Ekam, RT 09/RW 04, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang hangus
terbakar sekitar pukul 13.00 wita, Senin (01/9). Pihak kepolisian masih
menyelidiki penyebab kebakaran rumah tempat sesajian itu.
Silvester, warga yang mengetahui
kejadian tersebut mengatakan,dari mana asal muasal api belum diketahuinya.
Mereka menduga-duga apa penyebab kebakaran tersebut. “Kami belum tahu dugaan
kebakaran yang menghanguskan rumah adat milik Pak Usboko,” katanya.
Dia mengatakan, api baru mereka
ketahui melalui anak kecil yang bermain di pinggir rumah milik korban, dan
berteriak ada api. Mendengar teriakan anak kecil itu, beberapa warga langsung
melihat di TKP dan melihat api suda menyambar ke plafon rumah dan kayu atap
rumah. Warga pun berupaya memadamkan api dengan peralatan sederhana.
“Kami belum tahu penyebab
kebakaran terjadi akibat dari apa. Karena di dalam rumah tersebut tidak ada
penghuni, dan tanpa arus listrik maupun barang-barang berharga lainnya,” ujar
Silvester. Menurutnya, rumah kecil yang berdinding bambu dan beratapkan
alang-alang tersebut hangus seketika. Untung, rumah besar di dekat rumah kecil
yang terbakar itu bisa diselamatkan oleh warga.
Pemilik rumah Yosep Usboko (54),
, mengaku rumah dinding bambu dan beratapkan alang-alang sebagai simbol rumah
adat Timor, Kefamenanu, dan Biboki. “Rumah ini sudah dibangun tiga tahun lalu
sebagai tempat untuk bakar lilin kepada leluhur,” ungkap pegawai Dinas
Kehutanan Provinsi ini.
Menurutnya, kerja sama warga
memadamkan api sungguh luar biasa. Kalau saja tanpa bantuan warga, bisa saja
rumah besar ikut terbakar. Karena api sudah menjalar ke plafon bagian dapur dan
kayu atap bagian belakang. “Saya tidak tahu ada tanda-tanda apa dengan kejadian
ini,” ungkapnya.
Dia masih memikirkan rumah yang
menjadi tempat sembayang kepada leluhur itu terbakar tanpa disebabkan apa-apa.
Kalau situasinya seperti itu pasti ada tanda-tanda yang kurang baik terjadi di
kampung. “Kepercayaan turun temurun dari keluarga kami, kalau ada kejadian
seperti ini, bisa diduga bakal ada kejadian apa-apa di kampung,” ujarnya.
Dia berharap, pihak kepolisian
bisa menyelidiki apa penyebab terbakarnya rumah tempat membakar sesajen itu.
“Kami akan berkoordinasi dengan pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus
kebakaran rumah adat kami,” ujarnya. Pantuan di TKP, terdapat tiga unit mobill kebakaran
mendatangi TKP, ternyata api sudah bisa diselamatkan oleh warga setempat. Tiga
unit mobil kebakaran dari Pemadam kebakaran Kota Kupang, akhirnya kembali ke
pangkalan. (Ajhar)

Tidak ada komentar :
Posting Komentar