Kamis, 09 Mei 2013

Berkarya di Kesunyian



KIPRAH empat anggota DPD asal NTT yakni Sarah Lery Mboeik, Abraham Paul Liyanto, Carolina Nubatonis, dan Emanuel Babu Eha di DPD RI, bakal berakhir tahun depan.
Sejak di lantik 1 Oktober 2009 lalu, kiprah keempat senator ini seperti ditelan bumi. Kiprah mereka pun nyaris tenggelam di dalam gegap gempitanya sepak terjang DPR RI.
"Selama ini DPD tidak tenar apabila kalau dibandingkan dengan anggota DPR RI. Namun kami turur ikut berjuang untuk masyarakat NTT," ungkap anggota DPD Ri asal NTT Paul Liyanto kepada VN, Sabtu (4/5).
Dia menambahkan,selama menjabat sebagai senator NTT, banyak yang sudah dia lakukan khususnya memperjuangkan kepentingan masyarakat NTT di bidang pendidikan. "Memang tidak terekspos tapi kita kerja terus untuk NTT," katanya.
Salah satu alasan dirinya ingin kembali maju sebagai DPD RI karena masih ingin melanjutkan tanggung jawab DPD menyangkut pengawasan kebijakan dan perimbangan anggaran Pusat dan daerah.
Apabila kembali terpilih, lanjut Paul, maka dia akan berjuang untuk membangun NTT dengan potensi-potensi yang dimiliki NTT. "Perlu ada pemberdayaan tanpa menunggu Pusat. Potensi NTT banyak namun belum di berdayakan dengan baik," jelasnya.
Koleganya Sarah Lery Mboeik yang adalah anggota Komite IV dan Panitia Akuntabilitas Publik DPD RI tersebut, dengan rendah hati mengaku masih banyak hal yang belum diselesaikannya. "Saya akui masih banyak yang kami perjuangkan belum terlaksana. Perlu ada perjuangan keras dari kami semua sehingga bisa direspon DPR RI untuk segera dibahas berbagai rekomendasi pemerintah di NTT," aku Sarah, kepada VN, Jumat (3/5).
Dengan kewenagan terbatas, lanjut dia, mereka berempat terus mengontrol setiap kebijakan publik seperti dana pembangunan infrstraktur untuk masing-masing daerah di NTT.
รข??Beban yang masih kami pikul saat ini adalah bagaimana mengontrol bantuan pemerintah daerah, sebab kami menilai proses pengawalan program Pemerintah Pusat di daerah susah, pasalnya pola yang dilakukan hanya mementingkan pihak-pihak tertentu. Ini masih menjadi catatan kami," tambahnya.
Dua PR
Meskipun tidak lagi mencalonkandiri, Emanuel Babu Eha mengaku masih ada dua pekerjaan rumah (PR) yang harus diselesaikan anggota DPD NTT periode berikut.
"Ada dua agenda besar kami yaitu menggolkan DOB Sikka dan DOB Adonara yang hingga kini masih dalam usulan. Itu PR kami dan mudah-mudahan di masa yang akan datang akan segera terwujud," ungkap Babu Eha.
DOB Adonara, kata dia, presentasinya baru akan dilakukan kepala daerah di Jakarta 14 Mei mendatang. Sedangkan DOB Sika baru sebatas memberikan rekomendasi kepada Pemerintah Pusat melalui DPR RI.
Bagi dia, fungsi DPD yang paling penting adalah mendorong Pemerintah Pusat untuk memperhatikan NTT. "Anggaran begitu banyak di Pusat, tetapi NTT masih saja tertinggal. Perjuangan itulah yang harus menjadi perhatian anggota DPD dan DPR mendatang," tambah mantan Wakil Bupati Sumba Timur itu.
Pada Pemilu 2014 mendatang, kecuali Emanuel Babu Eha yang akan bertarung di DPR RI, Sarah, Paul, dan Carolina kembali akan mencoba peruntungan mereka untuk periode kedua.
Pada Pemilu 2009 lalu, Abraham Paul Liyanto berhasil meraih total suara sebanyak 172,272. Babu Eha meraih 126,432 suara, Carolina Nubatonis mendulang 115,971 suara, dan Sarah Lery Mboeik meraih 111,967 suara.
Sedangkan pada Pemilu 2004, empat orang Senator yang lolos ke Senayan adalah Franciscus Xaverius Assan, Jonathan Nubatonis yang juga suami dari Carolina Nubatonis, Joseph Bona Manggo, dan Wilhelmus Wua Openg.
KPU Serahkan Hasil Verifikasi Administrasi Calon DPD
Untuk Pemilu 2014, KPUD Provinsi NTT telah mengumumkan 46 calon dinyatakan lolos verifikasi administrasi. (aje)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar