KIPRAH empat
anggota DPD asal NTT yakni Sarah Lery Mboeik, Abraham Paul Liyanto, Carolina
Nubatonis, dan Emanuel Babu Eha di DPD RI, bakal berakhir tahun depan.
Sejak di lantik 1
Oktober 2009 lalu, kiprah keempat senator ini seperti ditelan bumi. Kiprah
mereka pun nyaris tenggelam di dalam gegap gempitanya sepak terjang DPR RI.
"Selama ini
DPD tidak tenar apabila kalau dibandingkan dengan anggota DPR RI. Namun kami
turur ikut berjuang untuk masyarakat NTT," ungkap anggota DPD Ri asal NTT
Paul Liyanto kepada VN, Sabtu (4/5).
Dia menambahkan,selama
menjabat sebagai senator NTT, banyak yang sudah dia lakukan khususnya
memperjuangkan kepentingan masyarakat NTT di bidang pendidikan. "Memang
tidak terekspos tapi kita kerja terus untuk NTT," katanya.
Salah satu alasan
dirinya ingin kembali maju sebagai DPD RI karena masih ingin melanjutkan
tanggung jawab DPD menyangkut pengawasan kebijakan dan perimbangan anggaran
Pusat dan daerah.
Apabila kembali
terpilih, lanjut Paul, maka dia akan berjuang untuk membangun NTT dengan
potensi-potensi yang dimiliki NTT. "Perlu ada pemberdayaan tanpa menunggu
Pusat. Potensi NTT banyak namun belum di berdayakan dengan baik,"
jelasnya.
Koleganya Sarah
Lery Mboeik yang adalah anggota Komite IV dan Panitia Akuntabilitas Publik DPD
RI tersebut, dengan rendah hati mengaku masih banyak hal yang belum
diselesaikannya. "Saya akui masih banyak yang kami perjuangkan belum
terlaksana. Perlu ada perjuangan keras dari kami semua sehingga bisa direspon
DPR RI untuk segera dibahas berbagai rekomendasi pemerintah di NTT," aku
Sarah, kepada VN, Jumat (3/5).
Dengan kewenagan
terbatas, lanjut dia, mereka berempat terus mengontrol setiap kebijakan publik
seperti dana pembangunan infrstraktur untuk masing-masing daerah di NTT.
รข??Beban yang
masih kami pikul saat ini adalah bagaimana mengontrol bantuan pemerintah
daerah, sebab kami menilai proses pengawalan program Pemerintah Pusat di daerah
susah, pasalnya pola yang dilakukan hanya mementingkan pihak-pihak tertentu.
Ini masih menjadi catatan kami," tambahnya.
Dua PR
Meskipun tidak
lagi mencalonkandiri, Emanuel Babu Eha mengaku masih ada dua pekerjaan rumah
(PR) yang harus diselesaikan anggota DPD NTT periode berikut.
"Ada dua
agenda besar kami yaitu menggolkan DOB Sikka dan DOB Adonara yang hingga kini
masih dalam usulan. Itu PR kami dan mudah-mudahan di masa yang akan datang akan
segera terwujud," ungkap Babu Eha.
DOB Adonara, kata
dia, presentasinya baru akan dilakukan kepala daerah di Jakarta 14 Mei
mendatang. Sedangkan DOB Sika baru sebatas memberikan rekomendasi kepada
Pemerintah Pusat melalui DPR RI.
Bagi dia, fungsi
DPD yang paling penting adalah mendorong Pemerintah Pusat untuk memperhatikan
NTT. "Anggaran begitu banyak di Pusat, tetapi NTT masih saja tertinggal.
Perjuangan itulah yang harus menjadi perhatian anggota DPD dan DPR mendatang,"
tambah mantan Wakil Bupati Sumba Timur itu.
Pada Pemilu 2014
mendatang, kecuali Emanuel Babu Eha yang akan bertarung di DPR RI, Sarah, Paul,
dan Carolina kembali akan mencoba peruntungan mereka untuk periode kedua.
Pada Pemilu 2009
lalu, Abraham Paul Liyanto berhasil meraih total suara sebanyak 172,272. Babu
Eha meraih 126,432 suara, Carolina Nubatonis mendulang 115,971 suara, dan Sarah
Lery Mboeik meraih 111,967 suara.
Sedangkan pada
Pemilu 2004, empat orang Senator yang lolos ke Senayan adalah Franciscus
Xaverius Assan, Jonathan Nubatonis yang juga suami dari Carolina Nubatonis,
Joseph Bona Manggo, dan Wilhelmus Wua Openg.
KPU Serahkan Hasil
Verifikasi Administrasi Calon DPD
Untuk Pemilu 2014,
KPUD Provinsi NTT telah mengumumkan 46 calon dinyatakan lolos verifikasi
administrasi. (aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar