Kamis, 09 Mei 2013

LP2TRI NTT Polisikan Hendrikus Djawa



PENGURUS DPD Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politika Republik Indonesia (LP2TRI) Provinsi NTT akhirnya melaporkan Hendrikus Djawa ke Polda NTT, karena mengatasnamakan lembaga LP2TRI membuka pendaftaran untuk merekrut anggota baru. Para pelamar diminta menyetor uang sampai belasan juta rupiah.
Kami telah melaporkan yang bersangkutan karena upaya penipuan mengatasnamakan lembaga LP2TRI, kata Wakil Ketua DPD LP2TRI NTT Wilhelmus Nono kepada VN, Kamis (2/5).
Ia mengatakan bahwa LP2TRI NTT yang sah adalah di bawah kepemimpinan Samuel Haning. Mereka sudah menerima pengaduan dan keluhan dari orangtua maupun para pencari kerja bahwa penerimaan anggota LP2TRI oleh Hendrikus Djawa harus menyetor uang belas juta rupiah untuk kepentingan lembaga tersebut.
Karena itu kami lapor dengan tuduhan penipuan. Sudah banyak korban yang datang mengadu pada kami tentang pelamar yang harus menyetor uang sampai belasan juta rupiah. Kami sudah lapor pada 29 April lalu, katanya.
Dia kembali menegaskan bahwa Ketua DPD LP2TRI NTT yang sah adalah Semuel Haning. Dengan demikian kepengurusan Hendrikus Djawa di LP2TRI NTT tidak sah.
Sebelumnya, Kepala Kesbangpol dan Linmas NTT Sisilia Sona mengatakan, LP2TRI NTT yang terdaftar di Kesbangpol NTT adalah kepengurusan Semuel Haning. Tidak ada LP2TRI NTT di bawah kepengurusan Hendrikus Djawa.
LP2TRI NTT sudah pernah mengeluarkan imbauan kepada Hendrikus Djawa untuk menghentikan aktivitasnya menerima anggota baru. Namun imbauan tersebut rupanya tidak digubris. Belakangan LP2TRI menerima pengaduan dan keluhan dari masyarakat bahwa dalam pendaftaran itu pelamar diwajibkan menyerahkan uang sampai belasan juta dan dijanjikan akan menjadi karyawan LP2TRI.
Sementara itu, Ose Lewa, Wakil Ketua LP2TRI versi Hendrikus Djawa, mengatakan, laporan Wilhelmus Nono tidak didasari dengan bukti. Kalau melapor seperti itu, segera tunjukkan dengan bukti bahwa ada korban yang dirugikan. Jangan asal menuduh saja. Kalau mereka omong tanpa bukti, berarti itu bohong. Jangan hanya asal menuduh. Kami sebagai pengurus tidak mengenal kepengurusan Samuel Haning, apalagi Wilhelmus Nono, katanya. (aje)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar