PENGURUS DPD
Lembaga Pemantau Penyelenggara Trias Politika Republik Indonesia (LP2TRI)
Provinsi NTT akhirnya melaporkan Hendrikus Djawa ke Polda NTT, karena
mengatasnamakan lembaga LP2TRI membuka pendaftaran untuk merekrut anggota baru.
Para pelamar diminta menyetor uang sampai belasan juta rupiah.
Kami telah
melaporkan yang bersangkutan karena upaya penipuan mengatasnamakan lembaga
LP2TRI, kata Wakil Ketua DPD LP2TRI NTT Wilhelmus Nono kepada VN, Kamis (2/5).
Ia mengatakan
bahwa LP2TRI NTT yang sah adalah di bawah kepemimpinan Samuel Haning. Mereka
sudah menerima pengaduan dan keluhan dari orangtua maupun para pencari kerja
bahwa penerimaan anggota LP2TRI oleh Hendrikus Djawa harus menyetor uang belas
juta rupiah untuk kepentingan lembaga tersebut.
Karena itu kami
lapor dengan tuduhan penipuan. Sudah banyak korban yang datang mengadu pada
kami tentang pelamar yang harus menyetor uang sampai belasan juta rupiah. Kami
sudah lapor pada 29 April lalu, katanya.
Dia kembali
menegaskan bahwa Ketua DPD LP2TRI NTT yang sah adalah Semuel Haning. Dengan
demikian kepengurusan Hendrikus Djawa di LP2TRI NTT tidak sah.
Sebelumnya, Kepala
Kesbangpol dan Linmas NTT Sisilia Sona mengatakan, LP2TRI NTT yang terdaftar di
Kesbangpol NTT adalah kepengurusan Semuel Haning. Tidak ada LP2TRI NTT di bawah
kepengurusan Hendrikus Djawa.
LP2TRI NTT sudah
pernah mengeluarkan imbauan kepada Hendrikus Djawa untuk menghentikan
aktivitasnya menerima anggota baru. Namun imbauan tersebut rupanya tidak
digubris. Belakangan LP2TRI menerima pengaduan dan keluhan dari masyarakat
bahwa dalam pendaftaran itu pelamar diwajibkan menyerahkan uang sampai belasan
juta dan dijanjikan akan menjadi karyawan LP2TRI.
Sementara itu, Ose
Lewa, Wakil Ketua LP2TRI versi Hendrikus Djawa, mengatakan, laporan Wilhelmus
Nono tidak didasari dengan bukti. Kalau melapor seperti itu, segera tunjukkan
dengan bukti bahwa ada korban yang dirugikan. Jangan asal menuduh saja. Kalau
mereka omong tanpa bukti, berarti itu bohong. Jangan hanya asal menuduh. Kami
sebagai pengurus tidak mengenal kepengurusan Samuel Haning, apalagi Wilhelmus
Nono, katanya. (aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar