PELAKSANA Tugas (Plt)
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT Yohanna
Lisapaly mengeluhkan sikap kurang respons dari Pemerintah Kabupaten Timor
Tengah Utara (TTU) terhadap pelaksanaan pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM)
Ponu. Program yang didanai Pemerintah Pusat ini jika tidak direspons dengan
baik, maka akan tidak diperhatikan lagi setelah bantuan Pusat dihentikan.
รข??Bulan lalu Kita telah
melakukan evaluasi terhadap pembangunan KTM Ponu. Ternyata ini tidak direspons
dengan baik oleh Kepala Dinas Nakertrans TTU, ujar Lisapaly.
Dia mengatakan,
Kabupaten TTU merupakan satu-satunya kabupaten di NTT yang mendapat Program KTM
ini, dan lokasi yang dipilih adalah Ponu di pantai utara TTU. Harusnya, kata
dia, Pemkab setempat merespons dengan baik program ini untuk kepentingan jangka
panjang.
Jika direspons dengan
baik, kata dia, seharusnya untuk kelanjutan KTM Ponu dimasukkan dalam kebijakan
anggaran di daerah yang dituangkan dalam bentuk peraturan daerah. Ini untuk
kepentingan jangka panjang KTM Ponu itu sendiri. Sebab KTM Ponu ini mendapat
alokasi anggaran miliaran rupiah dari Pemerintah Pusat selama lima tahun yakni
2010-2015. Setelah 2015, Pemkab TTU harus melakukan pemeliharaan sarana dan
prasarana yang sudah dibangun dengan dana dari Pemerintah Pusat selama lima
tahun tersebut.
Kita berharap Pemkab TTU
bisa lebih lebih serius untuk memperhatikan KTM Ponu itu. Pemerintah daerah
harus bisa penuhi aspek jangka penjang KTM Ponu. Fisik sudah dibangun, jika
pemerintah kabupaten telah masukkan dalam perda maka Dinas Nakertrans Provinsi
NTT bisa komunikasikan itu ke Pemerintah Pusat. Kalau tidak dimasukkan dalam
perda, maka akan berdampak pada persoalan perawatan masa depan bantuan Pusat
itu, katanya.
Kepala Bagian Pengawasan
Dinas Nakertrans NTT Yos Rasi mengatakan, pembangunan KTM Ponu yang telah
direalisasikan sejak 2010 adalah pembangunan jalan, tugu, gapura dengan total
dana Rp 3.292.276.000. Pada 2011 dilanjutkan dengan pembangunan sarana lainnya
seperti laboratorium, gedung taman kanak-kanak, jembatan dengan dana Rp
3.907.580.000. Pada 2012 pembangunan jalan bolifar, SMK 1 unit dengan total
anggaran Rp 1.700. 000.000, sedangkan pada 2013 dibangun tuboks kalfer,
gorong-gorong, dan los pasar dengan dana Rp 1.000.010.000. (aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar