Senin, 20 Mei 2013

Pemkab TTU Kurang Serius Merespons KTM Ponu


PELAKSANA Tugas (Plt) Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) Provinsi NTT Yohanna Lisapaly mengeluhkan sikap kurang respons dari Pemerintah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) terhadap pelaksanaan pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) Ponu. Program yang didanai Pemerintah Pusat ini jika tidak direspons dengan baik, maka akan tidak diperhatikan lagi setelah bantuan Pusat dihentikan.
รข??Bulan lalu Kita telah melakukan evaluasi terhadap pembangunan KTM Ponu. Ternyata ini tidak direspons dengan baik oleh Kepala Dinas Nakertrans TTU, ujar Lisapaly.
Dia mengatakan, Kabupaten TTU merupakan satu-satunya kabupaten di NTT yang mendapat Program KTM ini, dan lokasi yang dipilih adalah Ponu di pantai utara TTU. Harusnya, kata dia, Pemkab setempat merespons dengan baik program ini untuk kepentingan jangka panjang.
Jika direspons dengan baik, kata dia, seharusnya untuk kelanjutan KTM Ponu dimasukkan dalam kebijakan anggaran di daerah yang dituangkan dalam bentuk peraturan daerah. Ini untuk kepentingan jangka panjang KTM Ponu itu sendiri. Sebab KTM Ponu ini mendapat alokasi anggaran miliaran rupiah dari Pemerintah Pusat selama lima tahun yakni 2010-2015. Setelah 2015, Pemkab TTU harus melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana yang sudah dibangun dengan dana dari Pemerintah Pusat selama lima tahun tersebut.
Kita berharap Pemkab TTU bisa lebih lebih serius untuk memperhatikan KTM Ponu itu. Pemerintah daerah harus bisa penuhi aspek jangka penjang KTM Ponu. Fisik sudah dibangun, jika pemerintah kabupaten telah masukkan dalam perda maka Dinas Nakertrans Provinsi NTT bisa komunikasikan itu ke Pemerintah Pusat. Kalau tidak dimasukkan dalam perda, maka akan berdampak pada persoalan perawatan masa depan bantuan Pusat itu, katanya.
Kepala Bagian Pengawasan Dinas Nakertrans NTT Yos Rasi mengatakan, pembangunan KTM Ponu yang telah direalisasikan sejak 2010 adalah pembangunan jalan, tugu, gapura dengan total dana Rp 3.292.276.000. Pada 2011 dilanjutkan dengan pembangunan sarana lainnya seperti laboratorium, gedung taman kanak-kanak, jembatan dengan dana Rp 3.907.580.000. Pada 2012 pembangunan jalan bolifar, SMK 1 unit dengan total anggaran Rp 1.700. 000.000, sedangkan pada 2013 dibangun tuboks kalfer, gorong-gorong, dan los pasar dengan dana Rp 1.000.010.000. (aje)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar