MENTERI
Agama (Menag) Suryadharma Ali meminta kepada seluruh masyarakat NTT agar selalu
menjaga kerukunan hidup antarumat beragama yang sudah terjalin selama ini.
Agama jangan dipakai sebagai alat politik.
Mari
kita cegah, jangan sampai pihak yang menggosok atara agama satu dengan agama
lain karena persoalan politik. Ini perlu kita jaga bersama agar kehidupan di NTT
yang rukun tetap terjaga, kata Menag Suryadharma Ali dalam sambutannya pada
acara peletakan batu pertama renovasi Gereja Santa Maria Asumpta, Peresmian
Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kupang, dan peresmian Gedung FKUB
NTT.
Semua
agama memiliki prinsip dan kebebasan masing-masing dalam melakukan aktivitas
sesuai ajaran agamanya,katanya.
Dia
meminta para tokoh agama di NTT untuk senantiasa memahami prinsip-prinsip yang
diterapkan setiap agama. Prinsip-prinsip yang diterapkan oleh masing-masing
agama perlu kita hargai, kita hormati. Sebab, semua berbeda bentuk pelaksanaan dan
sistemnya. Ini yang harus dipahami dan dihormati untuk menjaga kerukunan hidup
yang selama ini terbangun dengan baik, katanya.
Gubernur
NTT Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT terus
menaruh harapan pada Pemerintah Pusat dalam rangka percepatan pembangunan di
NTT, termasuk di bidang agama.
Provinsi
NTT, katanya, adalag provinsi kepulauan yang didiami beragam suku, agama dan
budaya. Meski demikian, masyarakat NTT tetap hidup dalam suasana kebersamaan
yang rukun dan damai.
Uskup
Agung Kupang, Mgr Petrus Turang SVD dalam sambutannya mengatakan, kunjungan
Menteri Agama ke Kupang merupakan salah satu wujud kerukunan umat beragama di
NTT. Ia mengakui bahwa Menag Suryadharma Ali sangat memberikan perhatian kepada
NTT. (aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar