Selasa, 28 Mei 2013

Menag Minta NTT Jaga Kerukunan



MENTERI Agama (Menag) Suryadharma Ali meminta kepada seluruh masyarakat NTT agar selalu menjaga kerukunan hidup antarumat beragama yang sudah terjalin selama ini. Agama jangan dipakai sebagai alat politik.
Mari kita cegah, jangan sampai pihak yang menggosok atara agama satu dengan agama lain karena persoalan politik. Ini perlu kita jaga bersama agar kehidupan di NTT yang rukun tetap terjaga, kata Menag Suryadharma Ali dalam sambutannya pada acara peletakan batu pertama renovasi Gereja Santa Maria Asumpta, Peresmian Fakultas Agama Islam Universitas Muhammadiyah Kupang, dan peresmian Gedung FKUB NTT.
Semua agama memiliki prinsip dan kebebasan masing-masing dalam melakukan aktivitas sesuai ajaran agamanya,katanya.
Dia meminta para tokoh agama di NTT untuk senantiasa memahami prinsip-prinsip yang diterapkan setiap agama. Prinsip-prinsip yang diterapkan oleh masing-masing agama perlu kita hargai, kita hormati. Sebab, semua berbeda bentuk pelaksanaan dan sistemnya. Ini yang harus dipahami dan dihormati untuk menjaga kerukunan hidup yang selama ini terbangun dengan baik, katanya.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya dalam sambutannya mengatakan, Pemerintah Provinsi NTT terus menaruh harapan pada Pemerintah Pusat dalam rangka percepatan pembangunan di NTT, termasuk di bidang agama.
Provinsi NTT, katanya, adalag provinsi kepulauan yang didiami beragam suku, agama dan budaya. Meski demikian, masyarakat NTT tetap hidup dalam suasana kebersamaan yang rukun dan damai.
Uskup Agung Kupang, Mgr Petrus Turang SVD dalam sambutannya mengatakan, kunjungan Menteri Agama ke Kupang merupakan salah satu wujud kerukunan umat beragama di NTT. Ia mengakui bahwa Menag Suryadharma Ali sangat memberikan perhatian kepada NTT. (aje)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar