NASIB naas menimpa seorang pendeta. Dia harus merelakan kendaraan satu-satunya digasak pencuri saat diparkir di depan teras rumahnya di malam hari. Ketika bangun tidur, sepeda honda kesayangan Supra 125 X sudah tidak berada di teras rumahnya. Setelah ditanya kepada tetangga kompleks tempat tinggalnya, dan mencari di kompleks rumahnya, ternyata tidak menemukan sepeda motor miliknya.
Atas kejadian tersebut, akhirnya Pdt Eunike Wadu, warga RT 02/RW
01 Kecamatan Maulafa, Kota Kupang melaporkan ke Polres Kupang Kota Rabu (19/6).
Menurut Eunika, dia mengetahui bahwa sepeda motor tidak berada di
depan teras rumah, berawal pada pukul 06:15 wita. Ketika dirinya keluar rumah
mau beli kue di kios yang jarak sedikit jauh dari rumahnya. Saya keluar dari
rumah ketika melihat sepeda motor sudah tidak ada lagi, kata Eunika kepada
polisi saat melaporkan kasus kehilangan di Polres Kupang Kota, yang diterima
oleh Brigadir Polisi Mario Banoet.
Menurut Eunika, saat menceritakan kepada petugas polisi, dia
mengatakan kejadian Selasa (10/6) sekitar 06:30 wita. Ketika keluar rumah untuk
membeli kue ke tempat jual kue. Ternyata motor Supra 125 X CC bernomor Polisi
DH 2723 AH sudah tidak terlihat lagi.
Saya dan saudara saya melakukan pencarian di sekitar rumah dan di
kompleks tersebut ternyata kendaraan tidak ditemukan,ujarnya.
Kasubag Humas Polres Kupang IPTU Januarius Mau mengatakan,
pihaknya masih proses melakukan penyelidikan.
Menurutnya, memang selama beberapa bulan terakhir ini sering
terjadi kehilangan kendaraan roda dua. Dibeberapa kecamatan di Kota Kupang.
Dari tindakan pidana pencurian, akan dikenakan pidana pasal 362
tentang pencurian kendaraan bermotor. Kita terus melakukan penyelidikan sebab,
setiap minggu pasti ada laporan kehilangan, katanya (aje).