Kamis, 25 April 2013

Dukungan Warga Terus Mengalir



DUKUNGAN elemen masyarakat atas sikap warga Kolhua yang menolak pembangunan bendungan terus mengalir. Setelah PMKRI dan GMKI, kini giliran Komunitas Akar Rumput (KoAR) dan PIAR, yang secara tegas menyatakan siap berjuang bersama warga menolak Bendungan Kolhua.
Koordinator KoAR Jan Windy mengatakan, sejak awal KoAR menolak rencana pembangunan Bendungan Kolhua karena seluruh lahan persawahan warga akan dicaplok. Jika Pemerintah Kota Kupang dan Pemprov NTT terus memaksakan kehendaknya, maka KoAR sudah siap mendampingi masyarakat Kolhua untuk berjuang menolak pembangunan bendungan tersebut.
"Lahan yang mau dipakai untuk bangun bendungan itu adalah sawah yang selama bertahun-tahun menjadi sumber nafkah masyarakat. Kalau dibuat menjadi bendungan, lantas masyarakat hidup di mana, dan nafkah mereka dari mana. Sebab kalau dibangun, tak hanya sawah yang kena, warga juga harus pindah. Jadi sebaiknya stop dengan rencana itu," tandasnya kepada VN, Selasa (23/4).
Dia meminta Wali Kota Kupang Jonas Salean agar lebih bijaksana dalam menyikapi masalah ini. Jangan memaksakan kehendak.
Hal senada dikatakan staf Divisi Anti Korupsi PIAR NTT Paul SinlaEloE. Kehendak rakyat adalah hukum tertinggi. Jika masyarakat Kolhua teguh pendirian menolak pembangunan bendungan, maka sikap warga itu harus dihargai. Sebab, yang paling mengerti akan kepentingan rakyat adalah rakyat itu sendiri.
Dia juga meminta Jonas untuk lebih bijaksana menanggapi penolakan warga Kolhua dengan melakukan public hearing (dengar pendapat publik) dengan segenap warga Kolhua. Melalui dengar pendapat publik itu bisa diketahui apakah penolakan warga itu perorangan atau keinginan seluruh pemilik lahan.
"Lakukan public hearing, itu lebih bijaksana daripada berpolemik lewat media massa," katanya seraya menambahkan bahwa dengar pendapat publik itu diatur oleh Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 18 Tahun 2008.
"Kalau dalam dengar pendapat itu semua pemilik lahan menolak, maka Wali Kota harus mengikuti keinginan warga," pungkasnya. (lys/aje/tho)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar