DUKUNGAN elemen
masyarakat atas sikap warga Kolhua yang menolak pembangunan bendungan terus
mengalir. Setelah PMKRI dan GMKI, kini giliran Komunitas Akar Rumput (KoAR) dan
PIAR, yang secara tegas menyatakan siap berjuang bersama warga menolak
Bendungan Kolhua.
Koordinator KoAR
Jan Windy mengatakan, sejak awal KoAR menolak rencana pembangunan Bendungan
Kolhua karena seluruh lahan persawahan warga akan dicaplok. Jika Pemerintah
Kota Kupang dan Pemprov NTT terus memaksakan kehendaknya, maka KoAR sudah siap
mendampingi masyarakat Kolhua untuk berjuang menolak pembangunan bendungan
tersebut.
"Lahan yang
mau dipakai untuk bangun bendungan itu adalah sawah yang selama bertahun-tahun
menjadi sumber nafkah masyarakat. Kalau dibuat menjadi bendungan, lantas
masyarakat hidup di mana, dan nafkah mereka dari mana. Sebab kalau dibangun,
tak hanya sawah yang kena, warga juga harus pindah. Jadi sebaiknya stop dengan
rencana itu," tandasnya kepada VN, Selasa (23/4).
Dia meminta Wali
Kota Kupang Jonas Salean agar lebih bijaksana dalam menyikapi masalah ini.
Jangan memaksakan kehendak.
Hal senada
dikatakan staf Divisi Anti Korupsi PIAR NTT Paul SinlaEloE. Kehendak rakyat
adalah hukum tertinggi. Jika masyarakat Kolhua teguh pendirian menolak
pembangunan bendungan, maka sikap warga itu harus dihargai. Sebab, yang paling
mengerti akan kepentingan rakyat adalah rakyat itu sendiri.
Dia juga meminta
Jonas untuk lebih bijaksana menanggapi penolakan warga Kolhua dengan melakukan
public hearing (dengar pendapat publik) dengan segenap warga Kolhua. Melalui
dengar pendapat publik itu bisa diketahui apakah penolakan warga itu perorangan
atau keinginan seluruh pemilik lahan.
"Lakukan
public hearing, itu lebih bijaksana daripada berpolemik lewat media
massa," katanya seraya menambahkan bahwa dengar pendapat publik itu diatur
oleh Peraturan Wali Kota Kupang Nomor 18 Tahun 2008.
"Kalau dalam
dengar pendapat itu semua pemilik lahan menolak, maka Wali Kota harus mengikuti
keinginan warga," pungkasnya. (lys/aje/tho)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar