KEBIJAKAN merelokasi pengungsi akibat letusan Gunung Rokatenda menunggu sikap Pemerintah Kabupaten Sikka. Pemerintah Provinsi NTT siap memberikan dukungan jika Pemkab Sikka sudah memutuskan untuk merelokasi pengungsi.
Demikian penjelasan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah
(BPBD) Provinsi NTT Tini Thadeus kepada VN di ruang kerjanya, Selasa (9/4).
BPBD NTT bersama Badan Penanggulangan Bencana Nasional (BPBN) sudah
pernah berkunjung ke Sikka untuk membicarakan masalah relokasi pengungsi ini
bersama Pemkab Sikka, katanya.
Sejak aktivitas Gunung Rokatenda meningkat dan akhirnya meletus,
warga Palue mengungsi ke daratan Flores. Data di BPBD NTT, jumlah pengungsi mencapai
1.721 orang, di mana 1.169 orang mengungsi ke wilayah Kabupaten Ende, dan
sisanya 1.552 orang mengungsi di wilayah Kabupaten Sikka.
BPBN melalui Direktorat Pengungsi dan Pemulihan pada 28 Maret lalu
sudah sepakat dengan Pemkab Sikka dan Pemkab Ende untuk merelokasi pengungsi.
Kita akan mendukung dengan berbagai bantuan,katanya.
Terpisah Sekda NTT Frans Salem mengatakan Pemprov NTT tetap serius
memperhatikan pengungsi yang akan direlokasi. Kita inginkan masyarakat di bawah
kaki Gunung Rokatenda itu segera direlokasi ke lokasi yang lebih nyaman agar
kehidupan mereka tidak terganggu lagi dengan bahaya letusan gunung, katanya.
Untuk keperluan penanganan lanjutan para pengungsi Rokatenda,
katanya, Pemprov tetap menunggu permohonan dari Pemkab Sikka dan Ende. Namun,
sejauh ini belum ada keluhan dari Pemerintah Kabupaten Sikka maupun Ende.
Pemerintah provinsi pada prinsipnya siap membantu jika ada permohonan bantuan
dari daerah, katanya.
Untuk diketahui, sebanyak 1.700-an pengungsi itu berada di
tenda-tenda darurat sejak awal Februari lalu. Mereka berharap agar pemerintah
menunjuk lokasi baru bagi mereka untuk membangun hidup baru dengan lebih
nyaman.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar