Minggu, 14 April 2013

Proyek TPA Nonohonis Penuh Rekayasa


INDIKASI telah terjadi rekayasa dalam proyek peningkatan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah di Desa Nonohanis, Kabupaten TTS kian benderang. Hal tersebut dibuktikan oleh pengakuan berbeda-beda yang dikemukakan pihak-pihak terkait.
Kepada VN, Rabu (3/4) Kasatker Pengembangan Penyehatan Lingkungan Pemukiman (PPLP) Bidang Cipta Karya Dinas PU NTT Suhartini Welli mengaku belum ada pemenang tender proyek senilai Rp 8 miliar tersebut.
Namun pada Senin (8/4), Suhartini menyampaikan bahwa pemenang tender proyek tersebut adalah PT Ardi Tekindo Perkasa (ATP) cabang Maumere.
Bahkan Suhartini memastikan bahwa pekerjaan proyek tersebut bakal dilaksanakan dalam waktu dekat karena panitia tender (Pokja) juga sudah dibentuk di Dinas PU Kabupaten TTS.
Namun Kepala Bidang Cipta Karya Dinas PU TTS Otniel Tahun kepada VN, Rabu (10/4) memastikan proyek tersebut bakal tidak bisa dilanjutkan karena Dinas PU TTS belum juga membuat kajian amdal yang diminta Dinas PU Provinsi NTT.
"Itu proyek tanpa amdal, karena amdalnya belum kami buat. Kami sempat usul Rp 75 juta untuk buat amdal TPA, namun ditolak DPRD TTS saat pembahasan APBD 2013," kata Tahun.
Otniel juga mengaku hingga saat ini belum mengetahui siapa pelaksana proyek tersebut karena belum mendapat informasi dari Dinas PU Provinsi NTT terkait pemenang tender proyek tersebut.
Sementara pengakuan mengejutkan datang dari Muhamad Tanu, Ketua Panitia Proyek Peningkatan (TPA) sampah di Desa Nonohanis yang dimenangkan PT Ardi Tekindo Perkasa (ATP).
Kepada VN, Rabu (10/4) petang, Tanu mengaku sudah meminta kepada rekan-rekan anggota panitia untuk membatalkan saja tender proyek tersebut karena mendekati batas akhir masa tender, PT Bukit Barisan dua kali mengirimkan sanggahan.
Namun entah mengapa, saat dirinya kembali dari tugas di luar Kota Kupang 12 Februari lalu, anggota panitia sudah mengambil keputusan bahwa PT Bukit Barisan dan PT ATP dinyatakan lolos ke proses selanjutnya. Dan akhirnya PT ATP ditetapkan sebagai pemenang.
"Saya terus terang kepada teman pokja (sebutan untuk panitia) agar dibatalkan saja dan dicocokkan dengan regulasi. Namun tidak ada klausul yang cocok untuk batalkan lelang," katanya.
Gubernur NTT Frans Lebu Raya saat dikonfirmasi terpisah mengaku belum menerima laporan soal proyek tersebut. "Urusan kontraktor yang menang dari luar (NTT) atau dalam tidak jadi soal karena sekarang proses lelang terbuka lewat internet. Tapi nanti saya cek," katanya.
Turun Lokasi
Sekretaris Komisi D DPRD NTT Tony Bengu mengatakan, ia bersama anggota Komisi D sudah membahas serius persoalan ini. Mereka sudah menjadwalkan dalam kunjungan kerja nanti, lokasi TPA Soe menjadi salah satu prioritas utama yang akan mereka perhatikan.
Menurutnya, pihak pengelola dan penanggung jawab perlu menjelaskan alasan mengapa digelontorkan dana sekian besar untuk proyek ini di TPA Nonohonis. Jika nanti di lapangan ditemukan TPA tersebut belum urgen, maka pihaknya akan mendesak agar besaran dana proyek ditinjau kembali.
Hal senada disampaikan anggota DPRD NTT John Army Koenay. Ia meminta Dinas PU Provinsi untuk menjelaskan proyek ini sehingga publik mengetahui alasan penggelontoran dana demikian besar untuk membangun TPA Nonohonis. TPA modern yang dilengkapi fasilitas canggih layaknya TPA di kota besar yang memiliki masalah serius soal sampah, menurutnya belum perlu dibangun di Soe. Volume sampah di Soe, bahkan TTS umumnya belum sampai pada tingkat mengkhawatirkan.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar