Selasa, 30 April 2013

Warga Diminta Cerdas Cermati Isu Pilgub



WARGA NTT diminta tetap menjaga perdamaian dan cerdas dalam mencermati isu-isu yang dimainkan dalam proses putaran kedua Pilgub NTT. Warga diminta jangan terpengaruh isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan) yang dimainkan elite politik tertentu, sebab akan memecah persatuan dan kebersamaan.
Demikian salah satu intisari pandangan yang mengemuka dalam seminar yang digelar Kaum Muda Lintas Agama, Kompak, dan Peace Maker Kupang di Hotel Cahaya Bapa, Kupang, Senin (29/4).
Kepala Bidang Pendidikan Agama Katolik pada Kanwil Kementerian Agama Provinsi NTT Dominikus Djata. Kita harus menyikapi setiap isu yang dimainkan dalam pilgub dengan cerdas. Ini demi menjaga perdamaian kita di NTT. Elite politik juga kita harapkan agar jangan manfaatkan isu SARA sebagai alat dalam pertarungan politik, ujar Dominikus.
Dia mengingatkan bahwa jika isu SARA yang dipakai dalam pertarungan politik, maka masyarakat akan dipecah-belah. Itu berarti mengancam perdamaian dan kebersamaan yang sudah dibangun selama ini.
Mengutip hasil penelitian salah satu peneliti asal Amerika, Dominikus menyebutkan bahwa di NTT terdapat lebh dari 300 suku dan budaya. Keanekaragaman suku dan budaya ini adalah kekayaan yang harus terus dilestarikan, dan jangan dipertentangkan perbedaannya untuk kepentingan-kepentingan sempit. Banyak nilai-nilai lokal di tiap daerah di NTT yang mengajarkan tentang kerukunan, persahabatan dan kekerabatan.
Hal senada dikemukakan Romo Yohanes Giri dalam seminar tersebut. Dia mengatakan, perbedaan selalu mengacu pada dua hal, yakni pada kebaikan dan bisa mengacu pada persoalan. Karena itu ia meminta masyarakat NTT untuk selalu menjaga kerukunan dalam hidup di tengah masyarakat.
Sementara Ketua Badan Pengurus Pemuda GMIT Wiston Rondo mengatakan, apa pun dinamika politik yang terjadi, peran pemuda adalah menjaga keharmonisan. Agama adalah urusan tiap pribadi dengan Tuhan. Karena itu sangat naif jika agama dijadikan sebagai isu dalam pertarungan politik. (aje/D-1)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar