Minggu, 14 April 2013

Hilangkan Batu Primordial


Gubernur NTT Frans Lebu Raya meminta masyarakat untuk menghilangkan primordialisme dan membangun kebersamaan demi kemajuan NTT. "Batu primordial harus kita hilangkan, mari kita sama-sama membangun kebersamaan," katanya ketika meresmikan Pawai Paskah tahunan yang digelar Badan Pengurus Pemuda GMIT, Senin (1/4) siang.

Menurut Gubernur, Pawai Paskah tidak saja sebagai momentum membangun persaudaraan sesama pemuda, namun juga boleh menjadi rutinitas yang disesuaikan dengan perkembangan zaman.
Pantauan VN, sedikitnya 50.000 jemaat Gereja Injili di Timor (GMIT), denominasi lain, serta warga Kota Kupang dan sekitarnya, terlibat dalam Pawai Kemenangan Paskah 2013. Pawai dimeriahkan oleh ratusan kendaraan dihias sesuai cerita Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, seperti cerita Adam dan Hawa, kelahiran Yesus, penyaliban, kebangkitan, hikmat Salomo, pembangunan bait suci, Nabi Nuh, dan lain sebagainya. Cerita-cerita Alkitab tersebut disajikan dalam bentuk drama berjalan.
Para peserta dibagi dalam 134 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari 200-300 orang. Tiap kelompok terdiri dari gereja, organisasi kepemudaan, lembaga lintas agama, sekolah, dan instansi pemerintah.
Start di Jalan El Tari, para peserta pawai melintasi Jalan Soeharto, Sudirman, Mohammad Hatta, Urip Sumoharjo, Ahmad Yani, dan berakhir di Gereja Talitakumi, Kelurahan Pasir Panjang di Jalan Timor Raya. Jalan yang dilalui peserta pawai ditutup untuk umum.
Even yang sudah berlangsung selama 17 tahun tersebut menjadi tontonan menarik bagi puluhan ribu warga Kota Kupang karena dipadu dengan atraksi budaya Bali, TTS, Alor, dan Sumba.
Sepanjang perjalanan pada rute-rute yang dilalui, umat terus menyanyikan lagu-lagu gerejawi diiringi musik yang diangkut dengan mobil bak terbuka. Acara ini merupakan agenda tahunan yang menjadi ikon pariwisata religius Kota Kupang.
Tampak pula aparat Polres Kupang Kota, Polda NTT, Perhubungan Provinsi NTT dan Kota Kupang, dan Kodim 161 Wirasakti Kupang turut mengamankan jalannya even akbar tersebut.
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Gubernur Frans Lebu Raya pukul 14.30 wita di depan Gereja Anugerah Jalan El Tari. Sementara di garis finish, para peserta disambut Wali Kota Kupang Jonas Salean pada pukul 19.30 Wita.
Sementara itu, Wakil Gubernur NTT Esthon Foenay kepada VN mengatakan, momentum Semana Santa di Larantuka Flores Timur dan momentum Pawai Paskah di Kota Kupang harus tetap dilestarikan sebagai sebuah tradisi NTT. "Ini akan menjadi perhatian pemerintah karena Semana Santa di Larantuka bisa menjadi wisata religi dunia. Dan Pawai Paskah di Kota Kupang juga dijadikan agenda tetap tahunan wisata religi," jelasnya.

Tidak ada komentar :

Posting Komentar