PUTARAN kedua Pilgub NTT yang memperhadapkan Gubernur Frans Lebu Raya dengan Wagub Esthon Foenay, membawa kesibukan tersendiri bagi para pejabat di lingkungan Pemprov NTT. Para pejabat eselon mulai sibuk "setor muka" kepada dua petinggi Pemprov tersebut.
Sumber VN di kantor Gubernur NTT, Selasa (2/4) mengisahkan,
sekarang ini para eselon II, III, dan IV makin giat bersilaturahmi ke ruangan
Gubernur dan Wagub. "Sejak hari pertama Gubernur masuk ke ruang kerjanya
usai pilgub putaran pertama, para pejabat berbondong-bondong ke ruang ruang
kerjanya. Demikian pula di ruang Pak Wagub. Sebelum ditetapkan pilkada dua
putaran hampir tidak ada pejabat yang mampir di ruangan Wagub. Kemarin setelah
penetapan, mereka mulai lalu lalang dan keluar masuk di ruang Pak Wagub,"
ungkapnya.
Tak pelak situasi ini memunculkan aksi saling ejek di kalangan
pejabat yang sejak awal punya pilihan politik berbeda. "Sering kami dengar
komentar yang menuding pejabat tertentu sebagai penjilat dan pengkhianat yang
takut kehilangan jabatan sehingga tak malu-malu setor muka ke mana-mana,"
tambah sumber.
Pengamat kebijakan publik Undana Laurensius Sayrani dan Lasarus
Jehamat mengkritik hal ini. Menurut Jehamat, hal tersebut menunjukkan kegalauan
para PNS yang akan berpengaruh ke dalam pelayanan publik.
"Kalau memang terjadi seperti itu, birokrasi kita sangat
sulit menjadi birokrasi yang melayani," ujarnya.
Sayrani menegaskan bahwa politisasi birokrasi akan selalu
berdampak negatif bagi birokrasi. "Kalangan birokrat haruslah netral dan
profesional, tidak terfragmentasi oleh interest politik," tutupnya.
Tidak ada komentar :
Posting Komentar