Empat koli milik Direktur
Operasional Perusahaan Daerah (PD) Raihau Kabupaten Sabu Rajua, Welem Kehelay
yang hilang di Kafe Enjelin Bandara El Tari Kupang, Sabtu (23/2) lalu, akhirnya
ditemukan.
General Manager PT Angkasa Pura
Bandara El Tari Kupang Imam Pramono, Senin (11/3) telah menyerahkan
barang-barang tersebut kepada Welem Kehelay.
Empat koli barang yang dikembalikan
tersebut masing-masing dua travel bag, satu tas dokumen, dan satu buah tas
berisi laptop.
Barang-barang yang dikembalikan
kepada pemiliknya tidak berkurang satu pun setelah di cek bersama petugas
Bandara El Tari, ungkap Bagian Investigasi Bandara El Tari Kupang I Made S saat
membacakan kronologis penanganan kasus kehilangan empat buah koli milik
penumpang Lion Air tersebut.
Dijelaskan, empat jenis barang
dilaporkan hilang di Kafe Enjelin, Sabtu (23/2) diperkirakan salah angkut. Hal
itu diketahui pihak bandara setelah melakukan investigasi kepada supir Taxi
Bandara yang mengantar salah satu penumpang yang membawa barang tersebut.
Mereka mengakui memang benar salah
bawa barang milik Pak Welem. Setelah sampai di Alor baru diketahui bahwa barang
yang dibawa itu bukan milik salah satu penumpang bernama Fredika Lousa Blegur,
jelasnya.
Lebih Waspada
General Manager PT Angkasa Pura Imam
Pramono menambahkan sejauh ini memang sering terjadi salah membawa barang milik
penumpang karena warna dan merek tas yang sama. Apalagi warna rata-rata sama
dan sama merek. Maka dari itu para penumpang harus diberi kode dan diberi lebel
untuk diketahui bahwa barang tersebut milik kita, jelasnya.
Untuk itu dia mengimbau agar
dokumen-dokumen penting yang dibawa harus diawasi penumpang secara ketat.
Dokumen penting lainnya harus dijaga dan harus dibawa langsung dan tidak boleh
masuk dalam bagasi, tegasnya.
Welem Kehelay kepada VN mengatakan
berterima kasih kepada manajemen bandara yang telah membantu menelusuri
keberadaan barangnya. Saya turut berterima kasih kepada manajemen Angkasa Pura
telah membantu menelusuri hingga barang saya bisa kembali, katanya.
Dia pun mengaku sebelumnya sempat
khawatir, sebab dokumen penting dan laptop yang berisi file-file penting
perusahaan di dalamnya. Kalau itu sampai tidak ketemu saya akan mengalami
kerugian besar, tegasnya.
Diberitakan koran ini sebelumnya,
Welem Kehelay menumpang pesawat Lion Air dari Surabaya dan tiba di Kupang,
Sabtu (25/2) sekitar pukul 14.30 Wita.
Saya langsung menuju kafe Enjelin
yang tidak jauh dari pintu kedatangan. Saya istirahat sambil minum kopi dan
posisi tas berada sisi kiri saya. Sekitar 15 menit kemudian tanpa sadar tas
sudah tidak ada dan troli sudah dibawa portir bandara, ungkapnya.
Warga RT 06/RW 11 Desa Sari Jadi,
Kecamatan Sukasari, Kabupaten Bandung-Jawa Barat itu sempat menanyakan kepada
rekan-rekannya yang berada di sekitarnya, namun mereka mengaku tidak melihat.
(aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar