Jumat, 15 Maret 2013

Angkasa Pura Kembalikan Barang PENUMPANG



Empat koli milik Direktur Operasional Perusahaan Daerah (PD) Raihau Kabupaten Sabu Rajua, Welem Kehelay yang hilang di Kafe Enjelin Bandara El Tari Kupang, Sabtu (23/2) lalu, akhirnya ditemukan.
General Manager PT Angkasa Pura Bandara El Tari Kupang Imam Pramono, Senin (11/3) telah menyerahkan barang-barang tersebut kepada Welem Kehelay.
Empat koli barang yang dikembalikan tersebut masing-masing dua travel bag, satu tas dokumen, dan satu buah tas berisi laptop.
Barang-barang yang dikembalikan kepada pemiliknya tidak berkurang satu pun setelah di cek bersama petugas Bandara El Tari, ungkap Bagian Investigasi Bandara El Tari Kupang I Made S saat membacakan kronologis penanganan kasus kehilangan empat buah koli milik penumpang Lion Air tersebut.
Dijelaskan, empat jenis barang dilaporkan hilang di Kafe Enjelin, Sabtu (23/2) diperkirakan salah angkut. Hal itu diketahui pihak bandara setelah melakukan investigasi kepada supir Taxi Bandara yang mengantar salah satu penumpang yang membawa barang tersebut.
Mereka mengakui memang benar salah bawa barang milik Pak Welem. Setelah sampai di Alor baru diketahui bahwa barang yang dibawa itu bukan milik salah satu penumpang bernama Fredika Lousa Blegur, jelasnya.
Lebih Waspada
General Manager PT Angkasa Pura Imam Pramono menambahkan sejauh ini memang sering terjadi salah membawa barang milik penumpang karena warna dan merek tas yang sama. Apalagi warna rata-rata sama dan sama merek. Maka dari itu para penumpang harus diberi kode dan diberi lebel untuk diketahui bahwa barang tersebut milik kita, jelasnya.
Untuk itu dia mengimbau agar dokumen-dokumen penting yang dibawa harus diawasi penumpang secara ketat. Dokumen penting lainnya harus dijaga dan harus dibawa langsung dan tidak boleh masuk dalam bagasi, tegasnya.
Welem Kehelay kepada VN mengatakan berterima kasih kepada manajemen bandara yang telah membantu menelusuri keberadaan barangnya. Saya turut berterima kasih kepada manajemen Angkasa Pura telah membantu menelusuri hingga barang saya bisa kembali,  katanya.
Dia pun mengaku sebelumnya sempat khawatir, sebab dokumen penting dan laptop yang berisi file-file penting perusahaan di dalamnya. Kalau itu sampai tidak ketemu saya akan mengalami kerugian besar,  tegasnya.
Diberitakan koran ini sebelumnya, Welem Kehelay menumpang pesawat Lion Air dari Surabaya dan tiba di Kupang, Sabtu (25/2) sekitar pukul 14.30 Wita.
Saya langsung menuju kafe Enjelin yang tidak jauh dari pintu kedatangan. Saya istirahat sambil minum kopi dan posisi tas berada sisi kiri saya. Sekitar 15 menit kemudian tanpa sadar tas sudah tidak ada dan troli sudah dibawa portir bandara, ungkapnya.
Warga RT 06/RW 11 Desa Sari Jadi, Kecamatan Sukasari, Kabupaten Bandung-Jawa Barat itu sempat menanyakan kepada rekan-rekannya yang berada di sekitarnya, namun mereka mengaku tidak melihat. (aje)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar