Jumat, 15 Maret 2013

Jam Kerja Dokter PNS Perlu Diatur



SUDAH menjadi rahasi umum jika banyak dokter PND di RSUD WZ Johannes Kupang berpraktik di beberapa tempat dan membuka jam praktik selepas jam dinas.
Hal inilah yang dianggap salah satu penyebab ketika pasien gawat darurat butuh penanganan, perawat masih harus menghubungi dokter di tempat pratiknya.
Selain itu, akibat jam kerja para dokter dari pagi hingga malam hari, menyebabkan para dokter kelelahan saat bekerja di siang hari. Selain itu mereka kehilangan konsentrasi saat menangani pasien.
Menyikapi hal itu, pengamat sosial Soraya Balqis kepada VN, Minggu (10/3) menilai para dokter PNS tersebut bekerja hanya memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa melihat profesi sebagai seorang dokter berstatus PNS yang harusnya melayani masyarakat dalam keadaan apapun.
Untuk itu, jam kerja para dokter PNS harus diatur sehingga pelayanan kepada pasien bisa maksimal.
Menurutnya, sistem kerja para dokter yang baru ditelepon setelah pasien butuh pertolong darurat menyalahi aturan. "Itu berarti mereka selama ini bermain-main dengan aturan sehingga pemerintah harus memberi sanksi tegas bagi dokter yang berpaling dari tugas piketnya dan lebih mementingkan praktik luar," ujarnya.
Salah seorang dokter RSUD yang tidak mau namanya dikorankan kepada VN akhir pekan ini menjelaskan banyak dokter merasa diperlakukan tidak adil oleh manajemen sehingga memunculkan penolakan terhadap kebijakan manajemen RSUD.
"Tunjangan rawat kamar sesuai SK Menkes harusnya Rp 1 juta, namun SK yang dibuat Direktur dipotong Rp 500 ribu. Ini yang membuat para dokter marah," ungkap sumber itu.
Bahkan, lanjut dia, penetapan Wadir Pelayanan yang bukan seorang dokter menjadi pemicu lain terciptanya blok-blok dalam RSUD. "Ibu Damita (Palalangan) itu bukan dokter tapi bidan. Masa bidan yang atur dokter," tambahnya.
Plt Gubernur NTT Frans Salem yang dihubungi terpisah meminta Direktur RSUD WZ Johannes untuk tidak asal potong tunjangan bagi dokter maupun pegawai biasa.
"Besok saya perintah untuk mengecel informasi tersebut, kalau benar maka saya akan panggil direktur untuk memberikan keterangan terkait dengan informasi tersebut," tegas Frans Salem.
Sementara itu Wadir Pelayanan Damitha Palalangan yang dihubungi VN terpisah enggan berkomentar. "Saya sedang cuti dan pulang ke Toraja jadi konfirmasi saja ke Plt bagian pelayanan," singkatnya.
Plt. Wadir Pelayanan dr Maria kristie yang dihubungi berkali-kali tidak merespons. (aje)

Tidak ada komentar :

Posting Komentar