SUDAH menjadi rahasi umum jika
banyak dokter PND di RSUD WZ Johannes Kupang berpraktik di beberapa tempat dan
membuka jam praktik selepas jam dinas.
Hal inilah yang dianggap salah satu
penyebab ketika pasien gawat darurat butuh penanganan, perawat masih harus
menghubungi dokter di tempat pratiknya.
Selain itu, akibat jam kerja para
dokter dari pagi hingga malam hari, menyebabkan para dokter kelelahan saat
bekerja di siang hari. Selain itu mereka kehilangan konsentrasi saat menangani
pasien.
Menyikapi hal itu, pengamat sosial
Soraya Balqis kepada VN, Minggu (10/3) menilai para dokter PNS tersebut bekerja
hanya memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa melihat profesi sebagai seorang
dokter berstatus PNS yang harusnya melayani masyarakat dalam keadaan apapun.
Untuk itu, jam kerja para dokter PNS
harus diatur sehingga pelayanan kepada pasien bisa maksimal.
Menurutnya, sistem kerja para dokter
yang baru ditelepon setelah pasien butuh pertolong darurat menyalahi aturan.
"Itu berarti mereka selama ini bermain-main dengan aturan sehingga
pemerintah harus memberi sanksi tegas bagi dokter yang berpaling dari tugas
piketnya dan lebih mementingkan praktik luar," ujarnya.
Salah seorang dokter RSUD yang tidak
mau namanya dikorankan kepada VN akhir pekan ini menjelaskan banyak dokter
merasa diperlakukan tidak adil oleh manajemen sehingga memunculkan penolakan
terhadap kebijakan manajemen RSUD.
"Tunjangan rawat kamar sesuai
SK Menkes harusnya Rp 1 juta, namun SK yang dibuat Direktur dipotong Rp 500
ribu. Ini yang membuat para dokter marah," ungkap sumber itu.
Bahkan, lanjut dia, penetapan Wadir
Pelayanan yang bukan seorang dokter menjadi pemicu lain terciptanya blok-blok
dalam RSUD. "Ibu Damita (Palalangan) itu bukan dokter tapi bidan. Masa
bidan yang atur dokter," tambahnya.
Plt Gubernur NTT Frans Salem yang
dihubungi terpisah meminta Direktur RSUD WZ Johannes untuk tidak asal potong
tunjangan bagi dokter maupun pegawai biasa.
"Besok saya perintah untuk
mengecel informasi tersebut, kalau benar maka saya akan panggil direktur untuk
memberikan keterangan terkait dengan informasi tersebut," tegas Frans
Salem.
Sementara itu Wadir Pelayanan
Damitha Palalangan yang dihubungi VN terpisah enggan berkomentar. "Saya
sedang cuti dan pulang ke Toraja jadi konfirmasi saja ke Plt bagian
pelayanan," singkatnya.
Plt. Wadir Pelayanan dr Maria
kristie yang dihubungi berkali-kali tidak merespons. (aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar