KEMATIAN ibu muda yang hamil
sembilan bulan bersama bayi pertamanya di RSUD WZ Johannes Kupang, menimbulkan
kepedihan sekaligus kemarahan publik. Banyak yang menilai Gubernur Frans Lebu
Raya tidak berdaya dan tidak perduli membenahi rumah sakit milik provinsi itu.
Sherly Goro Lolu, 24, -- sang ibu
muda itu --meninggal bersama bayinya di ruang UGD RSUD, Senin siang (4/3)
karena tidak sempat ditangani dokter yang kompeten. Penanganan hanya dilakukan
perawat.
Koordinator divisi anti korupsi PIAR
NTT Paul SinlaeloE mengkritisi
Gubernur Frans Lebu Raya yang tidak
berdaya melakukan perombakan manajemen RSUD. Bagi dia, Gubernur tidak peka
terhadap sejumlah kasus kemanusiaan yang melilit RSUD.
Paramedis RSUD juga dituntut memberikan
pelayanan maksimal penuh keiklasan tanpa melihat strata sosial pasien.
"Jadi pasien darurat yang datang harus ditangani sesegera mungkin oleh
dokter yang stand by. Tidak perlu dihambat terlalu banyak urusan
administrasi," paparnya.
Koordinator Koalisi Akar Rumput NTT
Jan Piter Windy menilai buruknya pelayanan RSUD WZ Johannes Kupang tidak cukup
diatasi dengan merombak manajemen, namun kultur penanganan kedaruratan pun
harus diperbaiki.
Pesan dari Kampung
Cara paling efektif adalah membuat
prosedur standar pelayanan terhadap pasien dalam kondisi darurat di rumah sakit
milik Pemprov NTT itu. Dengan demikian paramedis dan keluarga pasien bisa
saling mengawasi.
"Publik juga mengontrol
kualitas pelayanan di RSUD. Selama ini paramedis bekerja tanpa standar, yang
penting untung," katanya.
Wadir Umum dan keuangan RSUD WZ
Johannes Kupang Yudith M Kota bersikukuh pelayanan yang diberikan sesuai dengan
standar operasi pelayanan (SOP). "Dokter memberikan intruksi untuk
melakukan observasi kepada pasien dengan jalan memberikan penanganan termasuk
memberikan obat sambil memperhatikan reaksinya.
Bagi Marthen Woda, kakak kandung
Sherly, kemarahannya diungkapkan dalam sebuah pesan yang disebutnya pesan dari
kampung. Marthen berpesan dari Desa Laboya Bawa, Kecamatan Laboya Barat, Sumba
Barat.
Dia berpesan kepada para dokter di
RSUD: "Cukup kejadian itu terjadi terhadap adik kami. Jangan ulangi dan
tidak usah berdalil. Perbaikilah hati kalian hai paramedis. Jangan perlakukan
pasien dan orang sakit seperti binatang." (aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar