DALAM orasi politiknya saat kampanye
paket Frenly di GOR Flobamora Kupang, Sabtu (9/3), Ketua Umum DPP Partai Hati
Nurani Rakyat (Hanura) Jendral (Purn) Wiranto meminta masyarakat NTT untuk
memilih pemimpin yang baik, yang berpengalaman, dan yang bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa. NTT sangat membutuhkan figur Frans Lebu Raya-Beny Litelnoni
(Frenly) dalam memajukan masyarakat NTT.
Saya lihat mereka berdua wajah yang
benar-benar perhatian kepada rakyat. Wajah mereka berdua lebih cocok untuk
mengabdi kepada rakyat, ungkap purnawirawan TNI itu.
Dia menegaskan, Hanura memilih
berkoalisi dengan PDIP, karena Hanura menilai Program Hati dan Program Otak.
Program dengan menggunakan hati oleh paket Frenly yakni Program Anggur Merah
memberikan bantuan kepada masyarakat Rp 250 juta perdesa dalam satu tahun.
Sedangkan program otak yang dipikirkan oleh paket Frenly bagaimana mengalokasi
anggaran untuk rakyat perdesa Rp 250 juta Hal ini menunjukan pemimpin yang
memiliki otak maupun memiliki hati. Sebab hati dengan otak kalau sejajar dalam
berpikir maka melahirkan pemimpin yang benar-benar perhatian kepada rakyat.
Program ini bukan asal janji tetapi sudah dibuktikan kepada rakyat.
Sementara juru kampanye (jurkam)
lainnya Rieke Diah Pitaloka dalam kampanyenya menyatakan, koalisi paket Frenly
adalah koalisi kebangsaan. Koalisi paket ini membuktikan kebersamaan untuk
membangun NTT. Koalisi kebangsaan ini harus memenangkan paket ini demi
kepentingan rakyat NTT, ujarnya.
Sementara jurkam DPP PDIP Maruarar
Sirait mengatakan, banyak orang menilai bahwa program Frans Lebu Raya dinilai
tidak sukses. Padahal kalau melihat di GOR ini, wajah orang NTT dalam banyak
ceria dan ketawa. Megawati sering mengatakan, yang bisa mengubah masyarakat NTT
adalah Frans Lebu Raya dan Beny Litelnoni. karena itu pilih nomor 4 untuk NTT, ujarnya.
Sementara cagub Frans Lebu Raya
mengatakan, Program Anggur Merah adalah wujud perjuangan untuk rakyat. Lima
tahun kepimpinan Frenly angka kemiskinan di NTT menurun. Dan persoalan kematian
ibu dan bayi menurun. Pembangunan infrastruktur dan dan ekonomi menunjukkan
perubahan. Kalau menilai NTT tidak boleh dengan Jawa Timur, banding NTT hari
ini dan NTT Lima Tahun sebelumnya, ujar Frans.
Kampanye Frenly dihadiri jurkam
nasioal dari DPP PDIP, ribuan massa pendukungnya, dan tim koalisi pendukung.
(aje)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar