KASUS pemulangan puluhan TKI
ilegal asal NTT dari Malaysia, beberapa waktu lalu, disikapi serius. Pemprov
melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) NTT setelah menerima
surat dari Dirjen Penempatan TKI Kemenakertrans, dan surat dari DPD RI,
akhirnya membelukan pelayanan 11 kantor cabang PPTKIS (Perusahaan Pengerah
Tenaga Kerja Indonesia Swasta) di NTT.
Asisten I Setda Propinsi NTT
Johana E Lisapaly yang juga Pelaksana Tugas Kadis Nakertrans NTT, yang
dikonfirmasi di kantornya, pekan lalu, membenarkan hal itu. Dia hanya
mengatakan, bahwa penundaan pelayanan untuk 11 PPTKIS itu terkait banyaknya
masalah pengiriman TKI asal NTT ke luar negeri.
Dinas Tenaga Kerja dan
Transmigrasi Provinsi NTT sementara melakukan evaluasi besar-besaran terhadap
persoalan TKI yang direkrut tidak melalui prosedur oleh PPTKIS yang ada,
katanya.
Data yang diperoleh VN, 11 PTKIS
yang dibekukan operasinya di NTT itu adalah PT. Aula Graha, PT Ansfrida
Family, PT Awwan Bina Insani, PT Prayogo Prajogo, PT Sinergi Bina Karya, PT
Interindo Mitra Sukses, PT Sinar Insani Barokah, PT Rosasena Primajaya, PT
Karya Semesta Perkasa, PT Mangun Jaya Perkasa, dan PT Nur Aini Indah Perkasa.
Nakertrans NTT, setelah menerima
surat dari Dirjen Penempatan TKI Kemenakertrans, dan surat dari DPD RI, Dinas
Nakertrans NTT sudah menyurati pihak Imigrasi Kupang untuk tidak melayani 11
PPTKIS tersebut jika mereka mengurus paspor atau surat-surat apa pun
berkaitan dengan pengiriman TKI.
Menurut Johana, jumlah perusahaan
yang bergerak di bidang jasa pengiriman tenaga kerja sejak 2012 sebanyak 46
PPTKIS yang memiliki izin dari Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu
Provinsi NTT. Sedangkan tahun ini pemerintah melalui kantor yang sama
mengeluarkan izin kepada lima PPTKIS lagi.
Dengan banyaknya persoalan
pengiriman TKI di NTT, katanya, Pemprov NTT sudah menegaskan kepada badan
perizinan agar tidak menerbitkan izin baru untuk PPTKIS, maupun memperpanjang
izin PPTKIS yang bermasalah. (aje)
|
Senin, 18 Maret 2013
Nakertrans NTT Bekukan Pelayanan 11 PPTKIS
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar