|
Bertambah daftar pemilih tetap
(DPT) Pilgub NTT sebanyak 29.323 hanya sepekan sebelum hari H, mengundang
kecurigaan sejumlah pihak bahwa KPU NTT ikut bermain untuk menguntungkan
paket tertentu. Apalagi dalam sehari terakhir ini DPT masih juga meningkat
sebanyak 259 pemilih dari 29.064 menjadi 29.323. Dengan demikian total DPT
untuk Pilgub NTT menjadi 3.027.283 pemilih.
Analis politik Universitas San
Pedro (Unisap) Kupang Paul Soriwutun kepada VN, Rabu (13/3) mengatakan,
penambahan DPT telah memunculkan kecurigaan terhadap sejumlah pihak
termasuk KPU untuk melakukan kartelisasi memenangkan paket tertentu.
"KPU perlu dikroscek.
Libatkan juga elemen-elemen lain yang independen untuk melakukan verifikasi
ulang. Karena kecurigaan menculnya permainan yang tersistematis untuk
kepentingan salah satu paket, mengemuka di masyarakat," katanya.
Analis politik Undana Lasarus
Jehamat mengajak semua elemen baik para kandidat maupun elemen civil
society harus berani bersikap termasuk menolak tambahan DPT yang ada jika
terindikasi adanya permainan pihak-pihak untuk memenangkan paket tertentu.
Ketua tim sukses paket Tunas,
Mech Saba mengingatkan KPU untuk berhati-hati karena
kejanggalan-kejanggalan bisa merugikan paket lain. "Kecurigaan itu ada
sehingga kami ingatkan KPU untuk memverifikasi secara cermat karena jika
tidak akan merugikan paket lain dan menguntungkan paket tertentu,"
jelasnya.
Timsus paket Cristal Yan Mboeik
menambahkan, sampai saat ini informasi yang dikumpulkan paket Cristal
mengindikasikan adanya upaya memanfaatkan DPT untuk kepentingan pihak
tertentu. "Kami tahu saat ini DPT bermasalah. Ini bisa memunculkan
anggapan miring masyarakat. Ada yang belum terdaftar, ada yang sudah
terdaftar tapi belum menerima undangan. KPU harus transparan dong,"
pintanya.
Tak Ada Masalah
Terpisah, juru bicara KPU
Provinsi NTT Djidon de Haan kepada VN di ruang kerjanya, Rabu (13/3)
memastikan penambahan DPT tidak mempengaruhi pengadaan logistik surat
suara. "KPU sudah mengantisipasi penambahan surat suara karena ketika
disortir kembali di KPU kabupaten/kota, akan ada surat suara yang
rusak," katanya.
Dijelaskan, penambahan DPT dari
21 kabupaten/kota berkisar antara 1.000-4.000 pimilih. Yang tertinggi
Kabupaten TTS dan Manggarai dengan penambahan sekitar 4.000 surat suara.
Sedangkan penambahan paling rendah yakni Kabupaten Lembata dan Kota Kupang
di bawah seribu surat suara. KPU Provinsi NTT segera melakukan sinkronisasi
untuk memperoleh kepastian jumlah penambahan surat suara dengan semua
Panwaslu. (aje)
|
Tidak ada komentar :
Posting Komentar