Senin, 18 Maret 2013

Pilgub Diprediksi Dua Putaran


PILGUB NTT diprediksi berlangsung dua putaran. Sebab, perolehan suara lima pasang calon dalam pemungutan hari ini diperkirakan menyebar dan tidak ada paket yang menembus angka di atas 30 persen dari total suara sah yang menggunakan hak suara.
Demikian analisa para pengamat yang dihubungi terpisah oleh VN, Minggu (17/3). Menurut mereka, persebaran suara pada lima paket calon pada putaran pertama ini lebih dipicu oleh aspek primordialisme, seperti faktor agama dan suku.
Pengamat politik asal Undana Balkis Soraya Tanof memprediksi pilgub berlangsung dua putaran. Sebab, lima paket calon yang ada, yakni Esthon-Paul, Tunas (IA Medah-Melki Laka Lena), Cristal (Christian Rotok-Paul Liyanto), Frenly (Frans Lebu Raya-Benny Litelnoni), dan Benny Kabur Harman-Wellem Nope (BKH-Nope) memiliki dukungan yang hampir ada di semua wilayah.
Para calon, katanya, cukup strategis, cerdik, variatif dalam menarik simpati masyarakat melalui kekuatan etnis Timor-Flores, Flores-Timor, Protestan-Katolik, dan sebaliknya, sehingga dukungan bakal terpecah.
Semua paket, katanya, punya peluang ke putaran kedua. Esthon-Paul misalnya, dengan mengandalkan nilai jual Esthon yang bangsawan Timor, birkorat bersih, tokoh olahraga, dekat dengan kaum minoritas, bakal menjadi kekuatan tersendiri. Sedangkan Tunas, memiliki dua kekuatan, yakni Medah yang adalah pamongpraja dan politikus ulung yang kaya pengalaman. Juga Laka Lena yang adalah figur muda, yang menjadi magnet bagi pemilih muda.
Paket Cristal dari jalur independen, katanya, juga kuat. Karena hanya ini satu-satunya pasangan independen. Rotok memiliki basis massa kuat di Manggarai.
Sedangkan Frenly dengan ketokohan Megawati, dan program DeMAM dinilai mampu memperoleh dukungan masyarakat akar rumput. Sementara BKH sebagai tokoh muda yang berpengalaman sebagai anggota DPR, aktivis LSM, juga memiliki kekuatan dalam paduan dengan Nope, putra TTS yang sudah pasti memiliki basis dukungan di Timor (TTS).
Rektor Unika Widya Mandira Kupang Yulius Yasinto, juga memprediksi pilgub akan berlangsung dua putaran. Dua paket yang bakal bersaing ketat menuju putaran kedua adalah Frenly dan Esthon-Paul. Kalau pun terjadi satu putaran, maka Frenly yang adalah incumbent punya peluang.
Dia menambahkan, analisisnya itu berdasarkan kedekatan suku dan pertimbangan agama. Sebab pemilih NTT masih pemilih primordial. Di daratan Manggarai, katanya, Cristal dan BKH-Nope akan mendulang suara signifikan. Wilayah Sikka dan Flores Timur akan didominasi Frenly. Daratan Ende dan Ngada diprediksi jadi milik Tunas karena faktor Melki Laka Lena, disusul Esthon-Paul. Sumba menjadi rebutan semua paket. Sedangkan di daratan Timor Paket Esthon- Paul dan Tunas yang memperoleh dukungan terbanyak.
Sedangkan pengamat politik dari UMK Ahmad Atang memprediksi pilgub berlangsung satu putaran. Sebab, pertarungan politik kali ini sesungguhnya berbasis kultural melawan politik pencitraan. Basis kultural ada dalam diri Esthon-Paul, yang melawan kekuatan politik berbasis pencitraan yang ada di Frenly, dan kekuatan politik struktural yang ada di paket Tunas. (aje)
http://dok.vn/images/bening.gif

Tidak ada komentar :

Posting Komentar