|
PILGUB NTT diprediksi berlangsung
dua putaran. Sebab, perolehan suara lima pasang calon dalam pemungutan hari
ini diperkirakan menyebar dan tidak ada paket yang menembus angka di atas 30 persen
dari total suara sah yang menggunakan hak suara.
Demikian analisa para pengamat
yang dihubungi terpisah oleh VN, Minggu (17/3). Menurut mereka, persebaran
suara pada lima paket calon pada putaran pertama ini lebih dipicu oleh aspek
primordialisme, seperti faktor agama dan suku.
Pengamat politik asal Undana
Balkis Soraya Tanof memprediksi pilgub berlangsung dua putaran. Sebab, lima
paket calon yang ada, yakni Esthon-Paul, Tunas (IA Medah-Melki Laka Lena),
Cristal (Christian Rotok-Paul Liyanto), Frenly (Frans Lebu Raya-Benny
Litelnoni), dan Benny Kabur Harman-Wellem Nope (BKH-Nope) memiliki dukungan
yang hampir ada di semua wilayah.
Para calon, katanya, cukup
strategis, cerdik, variatif dalam menarik simpati masyarakat melalui kekuatan
etnis Timor-Flores, Flores-Timor, Protestan-Katolik, dan sebaliknya, sehingga
dukungan bakal terpecah.
Semua paket, katanya, punya
peluang ke putaran kedua. Esthon-Paul misalnya, dengan mengandalkan nilai
jual Esthon yang bangsawan Timor, birkorat bersih, tokoh olahraga, dekat
dengan kaum minoritas, bakal menjadi kekuatan tersendiri. Sedangkan Tunas,
memiliki dua kekuatan, yakni Medah yang adalah pamongpraja dan politikus
ulung yang kaya pengalaman. Juga Laka Lena yang adalah figur muda, yang
menjadi magnet bagi pemilih muda.
Paket Cristal dari jalur
independen, katanya, juga kuat. Karena hanya ini satu-satunya pasangan
independen. Rotok memiliki basis massa kuat di Manggarai.
Sedangkan Frenly dengan ketokohan
Megawati, dan program DeMAM dinilai mampu memperoleh dukungan masyarakat akar
rumput. Sementara BKH sebagai tokoh muda yang berpengalaman sebagai anggota
DPR, aktivis LSM, juga memiliki kekuatan dalam paduan dengan Nope, putra TTS
yang sudah pasti memiliki basis dukungan di Timor (TTS).
Rektor Unika Widya Mandira Kupang
Yulius Yasinto, juga memprediksi pilgub akan berlangsung dua putaran. Dua
paket yang bakal bersaing ketat menuju putaran kedua adalah Frenly dan
Esthon-Paul. Kalau pun terjadi satu putaran, maka Frenly yang adalah
incumbent punya peluang.
Dia menambahkan, analisisnya itu
berdasarkan kedekatan suku dan pertimbangan agama. Sebab pemilih NTT masih
pemilih primordial. Di daratan Manggarai, katanya, Cristal dan BKH-Nope akan
mendulang suara signifikan. Wilayah Sikka dan Flores Timur akan didominasi
Frenly. Daratan Ende dan Ngada diprediksi jadi milik Tunas karena faktor
Melki Laka Lena, disusul Esthon-Paul. Sumba menjadi rebutan semua paket.
Sedangkan di daratan Timor Paket Esthon- Paul dan Tunas yang memperoleh
dukungan terbanyak.
Sedangkan pengamat politik dari
UMK Ahmad Atang memprediksi pilgub berlangsung satu putaran. Sebab,
pertarungan politik kali ini sesungguhnya berbasis kultural melawan politik
pencitraan. Basis kultural ada dalam diri Esthon-Paul, yang melawan kekuatan
politik berbasis pencitraan yang ada di Frenly, dan kekuatan politik
struktural yang ada di paket Tunas. (aje)
|
Senin, 18 Maret 2013
Pilgub Diprediksi Dua Putaran
Langganan:
Posting Komentar
(
Atom
)
Tidak ada komentar :
Posting Komentar